Bulog: Harga Beras Bisa Turun 5%

Bulog: Harga Beras Bisa Turun 5%

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2011 12:52 WIB
Jakarta - Perum Bulog memperkirakan harga beras bisa turun sekitar 5% menyusul telah masuknya musim panen. Bulog juga optimis bisa mengoptimalkan penyerapan beras dalam negeri hingga 500 ribu ton pada bulan April ini.

Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan dengan adanya penyerapan beras dalam negeri yang besar pada April ini maka diharapkan harga beras bisa turun.

"Kita mengharapkan masih ada, karena kan Jawa Barat panen, Lampung juga panen, mudah-mudahan masih ada sedikit penurunan harga sekitar 5%. Di atas HPP-nya mentok di sekitar 10% kalau bayangan saya," katanya di kantor menko perekonomian, Rabu (6/4/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan saat ini  harga beras cenderung stabil yaitu sekitar 10-15%  di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini sudah berlangsung sejak empat pekan terakhir

Berdasarkan data kementerian perdagangan dua hari lalu, harga beras rata-rata nasional untuk jenis medium tidak banyak berubah bila dibandingkan dengan awal bulan April 2011. Harga rata-rata beras medium Rp 7.055 per kg.

Untuk DKI Jakarta, harga beras relatif beragam untuk beberapa pasar. Harga beras di beberap pasar di DKI Jakarta. Misalnya di Pasar Senen Rp 7.000 per kg, Pasar Koja Baru Rp 6.500 per kg, Pasar Minggu Rp 7.800 per kg, pasar Rawamangun Rp 7.000 per kg.

Dikatakan Sutarto, sampai saat ini kontrak beras pengadaan dalam negeri yang telah ditandatangani sekitar 488.000 ton. Namun, beras yang telah masuk sekitar 410.000 ton.

"Kontrak itu sudah 488 ribu ton, hari ini mungkin sudah 500 ribu ton lebih. Yang sudah masuk 410 ribu ton kira-kira posisi kemarin karena bedanya 70.000 dengan yang dikontrak sama yang masuk," katanya.

Pada bulan April ini, Sutarto yakin dapat menyerap 500 ribu ton beras dalam negeri. Dengan demikian, total penyerapan beras mencapai 916.000 ton.
Sutarto mengaku pihaknya menggunakan segala jurus untuk pengadaan beras dalam negeri.

"Ya tentunya kita gunakan berbagai jurus. Kedua kita juga sesuai arahan rakortas itu yang kita pakai sebagai arahan pengadaan. Kalau pengadaan semuanya kita buka, mulai dari beli ke petani, kelompok tani, kita membeli dari penggilingan-penggilingan kecil, melalui mitra, kemudian KTNA (Kontrak Tani-Nelayan Andalan), melalui satgas Bulog, kerjasama dengan BUMN, semua kita lakukan," ujarnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads