Hal ini disampaikan oleh SBY saat membuka Forum ASEAN Financial Minister Meeting di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/4/2011).
"Jangan tunggu sampai krisis keuangan selanjutnya terjadi," tegas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan tersebut adalah berlanjutnya ketidakseimbangan perekonomian dunia, peningkatan harga komoditi, kenaikan harga minyak dunia, dan terakhir adalah kerasnya dampak bencana alam dan perubahan iklim yang mengganggu pasokan komoditas pangan dunia.
"ASEAN harus membuat persiapan yang baik dalam merespon tantangan tersebut. ASEAN harus bisa tahan terhadap guncangan yang terjadi di luar," kata SBY.
Pada kesempatan tersebut, SBY menyampaikan, prioritas utama para menteri keuangan di ASEAN harus membangun sistem jasa keuangan yang lebih baik lagi, lalu pengembangan pasar modal, dan tata kelola terhadap arus modal.
Lalu prioritas kedua adalah, menempatkan ASEAN menjadi kawasan yang lebih kompetitif. "Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral perlu untk melanjutkan berbagai usahanya di regional untuk menguatkan kawasan," kata SBY.
SBY mengatakan, perekonomian ASEAN bisa menjadi pemimpin di dunia sebagai agen perubahan. Caranya adalah dengan meningkatkan kerjasama di bidang keuangan, pangan, energi, dan arus modal.
(dnl/dnl)











































