Ia mengatakan saat ini volume pupuk bersubsidi berkurang karena beralihnya petani menggunakan pupuk organik. Pengetatan pengawasan distribusi pupuk melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) telah berjalan efektif sehingga mengurangi kebocoran-kebocoran penyaluran subsidi pupuk.
"Karena di masyarakat berkurangnya penggunaan pupuk karena dampak penggunaan pupuk organik yang meningkat. Ada lagi karena faktor misalnya pengetatan pengawasan distribusi pupuk.Β Dengan RDKK, bisa mengurangi konsumsi. Jadi asumsi selama ini ada yang bocor berarti ada benarnya," kata Suswono saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/4/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di APBN-P nanti kita sedang menghitung ulang, artinya dengan tidak ada kenaikan HET (harg eceran tertinggi)Β pupuk, kan volume berkurang," tandasnya.
Suswono menyatakan harga pupuk tidak akan naik pada tahun ini. Kementerian Pertanian pada 2011 mengalokasikan anggaran untuk subsidi pupuk sebesar Rp 16,38 triliun untuk volume pupuk sebanyak 11,28 juta ton.
"Yang jelas harga pupuk tidak naik, tentu saja itu akan mengurangi volume. Pada dasarnya petani sampai akhir tahun akan ada subsidi," tegasnya.
(nia/hen)











































