Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, pemerintah akan belajar dari pengalaman pembajakan kargo milik bijih nikel (feronikel) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dibawa oleh PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) untuk lebih meningkatkan perhatian supaya kelancaran pengiriman barang RI terjamin.
"Kalau angkutan terganggu seperti ini, kita juga harus cari alternatif," ujarnya di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak pembeli nikel antam di Eropa pun sudah memahami insiden tersebut sehingga tidak melayangkan protes. Saat ini, pemerintah bersama Samudera Indonesia masih melakukan negosiasi dengan para perompak asal Afrika tersebut.
"Kita tentu sama bahu membahu antara pemerintah dan perusahaan supaya ini cepat selesai. Kita mengikuti seperti prosedur biasa. Negososiasi dan persiapkan alternatif solusi," ungkap Mustafa.
Seperti diketahui, sekitar 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus yang melakukan perjalanan dari Pomala, Sulawesi Selatan menuju ke Rotterdam, Belanda, disandera perompak di Semenanjung Somalia Afrika pada 16 Maret 2011.
Dari nilai tebusan awal yang diminta sebesar Rp 24 miliar, para perompak kemudian menaikkannya jadi Rp 77 miliar seiring berkembangnya waktu.
(ang/dnl)











































