Kereta api menjadi salah satu moda transportasi umum yang cukup diandalkan masyarakat. Kereta api melayani perjalanan dari dalam kota, antar kota, hingga urusan logistik.
Untuk melayani kebutuhan itu, PT Kereta Api Indonesia sejauh ini mengelola sebanyak 12.856 sarana kereta api. Jumlah sebesar itu terdiri atas 551 lokomotif, 1.064 Kereta Rel Listrik atau KRL, 2.238 kereta, 8.907 gerbong, serta 96 Kereta Rel Diesel Elektrik/Indonesia atau KRDE/I.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sarana menjadi salah satu unsur utama dalam menjaga kapasitas dan keandalan sistem transportasi berbasis rel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik memerlukan kesiapan sarana dalam jumlah yang memadai. Setiap lokomotif, KRL, kereta, gerbong, dan KRDE/I memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk menjaga pelayanan tetap selamat, andal, dan sesuai dengan kebutuhan," ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Dari keseluruhan sarana tersebut, sebanyak 8.907 unit atau sekitar 69,28% merupakan gerbong. Selanjutnya terdapat 2.238 kereta atau 17,41%, 1.064 KRL atau 8,28%, 551 lokomotif atau 4,29%, serta 96 KRDE/I atau sekitar 0,75%.
Lokomotif digunakan sebagai tenaga penarik rangkaian penumpang maupun barang. Kereta menjadi sarana pelayanan pelanggan, sedangkan gerbong digunakan untuk mendukung distribusi komoditas berdasarkan jenis, kapasitas, dan kebutuhan penanganannya.
KRL serta KRDE/I mendukung pelayanan pada wilayah perkotaan, aglomerasi, dan lintas lokal sesuai dengan karakter operasi masing-masing. Perbedaan fungsi tersebut turut menentukan kebutuhan awak, susunan rangkaian, pola pemeriksaan, siklus perawatan, serta fasilitas pendukung yang harus disiapkan.
Skala pengelolaan sarana tersebut berjalan seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55% dibandingkan 240.805.920 pelanggan pada Semester I 2025.
"Pertumbuhan pelanggan perlu diikuti dengan kesiapan kapasitas yang terencana. Ketersediaan sarana, keandalan teknis, fasilitas perawatan, serta kesinambungan pembaruan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat," kata Anne.
Pada layanan barang, KAI mencatat volume sebesar 32.498.043 ton sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton barang non batu bara.
Komoditas non batu bara yang dilayani meliputi semen, bahan bakar minyak, peti kemas, komoditas curah dan perkebunan, general cargo, serta barang hantaran paket. Layanan tersebut mendukung kebutuhan energi, konstruksi, industri, perdagangan, dan rantai pasok di berbagai daerah.
Sebelum digunakan untuk berdinas, setiap sarana menjalani pemeriksaan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional. Perawatan berkala dilaksanakan berdasarkan waktu operasi, jarak tempuh, kondisi komponen, dan hasil pemeriksaan petugas.
Perawatan tersebut dilakukan melalui depo dan Balai Yasa berdasarkan tingkat serta lingkup pekerjaannya. Depo menjalankan pemeriksaan dan perawatan untuk mendukung operasi harian, sedangkan Balai Yasa melaksanakan perawatan berkala dan pekerjaan dengan cakupan yang lebih besar.
(acd/acd)









































