Menurut Jhony, posisi Wakil Dirut ini masih dibutuhkan untuk membantu memperbaiki kinerja maskapai pelat merah tersebut, yang saat ini masih dihadang banyak masalah.
"Kalau saat ini kami masih menganggap kebutuhan itu ada. Tapi bila pemegang saham meniadakan posisi itu (Wadirut) ya tidak apa-apa. Dalam arti bisa disiasati dengan manajemen di level kedua," ucap Jhony kepada detikFinance, Selasa (19/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hingga kini operasional BUMN Aviasi perintis ini terus berjalan meski posisi Wakil Direktur Utama Merpati telah ditinggalkan Adhy Gunawan, sejak pekan lalu.
Sebelumnya memang Menteri BUMN, Mustafa Abubakar menyatakan, program restrukturisasi dan revitalisasi BUMN aviasi ini tetap berjalan di tingkat Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Mustafa juga akan menimbang-nimbang pengganti yang tepat dari posisi Adhy sebelumnya.
Β
Musatafa juga mengatakan akan segera mencari pengganti Wakil Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Adhy Gunawan yang mengundurkan diri pekan lalu. Penggantinya akan diusahakan dari dalam jajaran direksi Merpati.
(wep/dnl)










































