Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

- detikFinance
Senin, 02 Mei 2011 12:22 WIB
Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi
Jakarta - Sepanjang Maret, nilai impor Indonesia menembus rekor tertinggi sebesar US$ 14,48 miliar. Impor ini mengalahkan rekor pada Desember 2010 yang sebesar US$ 13,15 miliar.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (2/5/2011).

"Jadi kenaikan impor di Maret lebih tinggi dari ekspor. Di Maret ini nilai impor mencapai rekor tertinggi sejak Desember 2010 yang sebesar US$ 13,15 miliar. Jadi di atas angka psikologis," tutur Rusman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai impor Indonesia selama Januari-Maret ini mencapai US$ 138,79 miliar atau naik 29,46%. Sementara impr non migas mencapai US$ 30,39 miliar sepanjang Januari-Maret 2011.

"Impor di Maret terbesar dari mesin peralatan mekanik sebesar US$ 5,26 miliar, lalu peralatan listrik US$ 4,12 miliar," jelas Rusman.

Sementara negara pengimpor terbesar ke Indonesia nomor satu diduduki oleh China US$ 3 miliar, lalu Jepang US$ 4,4 miliar. "Lalu ada pendatang baru yang menggantikan Singapura yaitu Thailand dengan nilai impor US$ 2,58 miliar di Maret 2011. Impor dari Thailand itu dari makanan sehari-hari," kata Rusman.

Kemudian, nilai ekspor Indonesia sepanjang Maret 2011 adalah US$ 16,29 miliar atau naik 27,53%, Kenaikannya lebih rendah dari impor.

Sepanjang Januari-Maret 2011, nilai ekpor Indonesia mencapai US$ 45,31 miliar atau naik 27,51% dari periode yang sama. Impor paling tinggi di Maret adalah untuk bahan bakar mineral sebesar US$ 5,57 miliar, dan lemak hewan nabati US$ 3,9 miliar.

Pangsa ekspor terbesar Indonesia sepanjang tahun ini adalah Jepang US$ 4,38 miliar, AS US$ 3,92 miliar, China US$ 3,65 miliar, Uni Eropa US$ 4,97 miliar, dan ASEAN US$ 8,65 miliar.

Rusman mengatakan, ekspor CPO di Maret turun drastis sebesar US$ 559,7 juta. Dari US$ 1,34 miliar di Februari menjadi US$ 780 juta di Maret 2011. Penurunan ini akibat volume ekspor CPO berkurang. Pengusaha lebih mendorong ketersediaan pasokan di dalam negeri.

Dengan kinerja impor yang meningkat sepanjang Maret 2011 tersebut, Rusman mengatakan surplus perdagangan Indonesia menurun menjadi US$ 1,8 miliar.

"Pada Maret ini, Alhamdulillah masih mencatatkan surplus, tapi surplus semakin menurun. pada Februari masih tercatat sekitar US$ 2 miliar, Maret ini di bawah US$ 2 miliar," tukas Rusman.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads