Tersangkut Penyelundupan BB, 2 Pegawai BC Dinonaktifkan

Tersangkut Penyelundupan BB, 2 Pegawai BC Dinonaktifkan

- detikFinance
Selasa, 03 Mei 2011 17:32 WIB
Tersangkut Penyelundupan BB, 2 Pegawai BC Dinonaktifkan
Jakarta - Dua pegawai bea cukai telah dinonaktifkan  terkait kasus penyelundupan BlackBerry (BB) beberapa waktu lalu.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menyatakan saat ini kedua pegawainya masih dalam proses pendalaman di Pusat Kepatuhan Internal (PusKI) Bea Cukai.

"Dalam proses di PusKI, Pusat Kepatuhan Internal," ujarnya ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (3/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menyatakan selama masa proses pemeriksaan, kedua pegawai tersebut masih dinonaktifkan atau tidak dipecat. Jika ada bukti yang kuat dipastikan dua pegawai ini bakal kena sanksi berat.

"Dinonjobkan diproses dulu, kan kita nggak boleh mecat orang kalau nggak ada buktinya sampai saat ini proses tetap berjalan," tegasnya.

Sebelumnya Dua pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terindikasi terlibat kasus impor BB ilegal di Tanjung Priok. Kedua aparat tersebut dinyatakan terlibat karena kurang teliti memeriksa barang masuk.

"Itu karena memeriksanya tidak teliti," kata Irjen Kementerian Keuangan Sonny Loho.

Di tempat yang sama, Mantan Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata mengatakan kedua aparat Bea Cukai tersebut masih dalam proses tata cara pemeriksaan kepegawaian untuk ditentukan rekomendasi sanksi yang akan diberikan.

"Diproses kan biasanya Dirjen merekomendasi, setelah itu biro kepegawaian, perlu dilakukan pemeriksaan kembali dengan ketentuan di bidang administrasi kepegawaian sekarang sedang proses. Diperiksa internal dengan menggunakan tata cara pemeriksaan pegawai yang akan dikenakan," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Januari 2011 lalu di Pelabuhan Tanjung Priok ditemukan dua kontainer BB ilegal oleh pihak Bea Cukai. Belum jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap impor ilegal tersebut.


(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads