"Kalau saya optimis targetkan 20%," kata Mari ketika ditemui di sebuah hotel di Jakarta Rabu (4/5/2011).
Ia menuturkan selama triwulan I-2011 total perdagangan bilateral Indonesia dan Uni Eropa telah meningkat 42,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita negara berkembang mereka sudah maju jadi dia jauh lebih cepat menurunkannya, kita butuh waktu jauh lebih lama," ujarnya.
Mari menambahkan, Indonesia harus segera meingkatkan pengembangan kapasitas dalam memenuhi standar Eropa. Untuk mengekspor barang ke Eropa dibutuhkan standar yang tinggi, dari sisi teknikal maupun keamanan dan juga standar kesehatan.
"Justru ini akan bantu kita meningkatkan kualitas dari produk kita," tuturnya.
Mari menjelaskan, perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Uni Eropa pada 2010 menembus US$ 26,99 miliar. Ini meningkat jauh lebih pesat dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya US$ 22,25 miliar.
"Hubungan kita mudah-mudahan akan laggeng dan saling menguntungkan," pungkasnya.
Di tempat yang sama Komisioner Perdagangan Uni Eropa Karel de Gucht menyambut baik hubungan perundingan perdagangan yang terjalin antara Uni Eropa dan Indonesia
"Kami sangat menyabut hangat, ini merupakan suatu dokumen yang sangat ambisius," ujarnya.
Antara Indonesia dan Uni Eropa, menurut Karel, sebenarnya sudah terjalin perdagangan yang sangat kuat dan Eropa pun merupakan investor terbesar di Indonesia.
"Pada saat ini sudah ada perdagangan sangat kuat Indonesia dan Eropa," pungkasnya.
(ade/hen)











































