Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Fauzi Aziz, Minggu (8/5/2011)
"Penguatan rupiah hampir Rp 8500/US$, dari sebelumnya Rp 9.000/US$ ada ruang Rp 400-500, itu menguntungkan sekali kalau mengimpor barang jadi
belum lagi harganya tak sesuai dengan invoice, ini keuntungan luar biasa bagi para importir," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang ingin menjadikan pasar domestik sebagai mesin pertumbuhan. Keterbukaan pasar harus dikelola agar nggak masuk barang impor deras, penguatan rupaih memberi ruang bagi para importir dan bisnis ilegal mendapat ruang yang cukup," katanya.
Pada Jumat lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.590 per dolar AS dibandingkan penutupan, hari Kamis yang mencapai Rp 8.565 per dolar AS.
(hen/wep)











































