Penguatan Rupiah Makin Untungkan Importir Nakal

Penguatan Rupiah Makin Untungkan Importir Nakal

- detikFinance
Minggu, 08 Mei 2011 11:49 WIB
Penguatan Rupiah Makin Untungkan Importir Nakal
Jakarta - Penguatan rupiah yang mampu menembus dibawah Rp 8.600/US$ semakin menguntungkan para importir khususnya importir barang jadi. Bahkan penguatan ini semakin membuat pelaku importir 'nakal' mengeruk keuntungan lebih besar.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Fauzi Aziz, Minggu (8/5/2011)

"Penguatan rupiah hampir Rp 8500/US$, dari sebelumnya Rp 9.000/US$ ada ruang Rp 400-500, itu menguntungkan sekali kalau mengimpor barang jadi
belum lagi harganya tak sesuai dengan invoice, ini keuntungan luar biasa bagi para importir," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan jika sudah seperti ini sudah seharusnya kementerian keuangan melakukan langkah-langkah fiskal. Diantaranya dengan menaikan bea masuk barang-barang jadi yang belum masuk dalam ketentuan preferensi perdagangan bebas.

"Kalau memang ingin menjadikan pasar domestik sebagai mesin pertumbuhan. Keterbukaan pasar harus dikelola agar nggak masuk barang impor deras, penguatan rupaih memberi ruang bagi para importir dan bisnis ilegal mendapat ruang yang cukup," katanya.

Pada Jumat lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.590 per dolar AS dibandingkan penutupan, hari Kamis yang mencapai Rp 8.565 per dolar AS.

(hen/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads