Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, DPR bakal meminta pertanggungjawaban pemakaian dana APBN sebesar Rp 500 miliar oleh Merpati untuk membeli pesawat dari China.
"Besok jam 7 malam dipanggil segera karena urgent. Kenapa membeli pesawat pakai uang negara yang ternyata membahayakan nyawa banyak orang," tutur Harry kepada detikFinance, Senin (9/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak yang dipanggil harus bertanggung jawab. Kenapa pakai dana itu buat beli pesawat yang ternyata mengakibatkan kematian dan musibah bagi warga negara. Apa jangan-jangan mereka beli pesawat murah? Dan ada kongkalikong. Itu harus dipertanggungjawabkan," tegas Harry.
Komisi XI ingin memeriksa apakah pembelian pesawat oleh Merpati tersebut melanggar undang-undang karena mengabaikan spesifikasi standar dan membahayakan nyawa.
Seperti diketahui, pesawat BUMN aviasi ini jatuh di Teluk Kaimana, Sabtu (7/5/2011). Pesawat MZ-8968 mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebanyak 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti hingga kini sudah 20 jenazah yang ditemukan.
Pesawat milik Merpati yang jatuh di Kaimana tersebut didatangkan dari China pada 3 Desember 2010. Pesawat tersebut mulai beroprasi pada 6 Desember 2010 dengan rute Bali-Nusa. Lalu pada 16 Maret 2011 mulai beroperasi ke Papua.
(dnl/dnl)










































