"Garuda akan diusahakan tetap pada core bisnisnya, begitu juga dengan Merpati yang ditugaskan untuk melakukan penerbangan perintis," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Menurut Mustafa, jika Garuda juga masuk ke dalam jalur perintis yang sudah dimasuki oleh Merpati maka akan terjadi tumpang tindih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kecelakaan pesawat MA-60 milik Merpati di Kaimana, Papua memunculkan kembali niat untuk mendorong Garuda Indonesia masuk ke penerbangan perintis. Namun agar penerbangan perintis yang dilakukan Garuda bisa berjalan dengan baik, pemerintah masih menunggu infrastruktur pendukung.
"Kami akan siapkan agar ada tambahan penerbangan Garuda ke pelosok tanah air, itu untuk connectivity ke bagian timur Indonesia," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa pekan lalu.
Salah satu persiapan yang dilakukan agar perusahaan penerbangan nasional yang baru saja melantai di bursa itu berjalan mulus, pemerintah akan
segara membenahi infastruktur pendukung. "Karena ini bagian dari rencana koridor ekonomi," tuturnya.
Niat pemerintah ini sejatinya tak terlepas dari harapan naiknya jumlah penumpang pesawat dimasa mendatang. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, jumlah penumpang pesawat sepanjang triwulan I-2011 yang melalui lima bandara utama mencapai 12,1 juta orang atau naik 26,37% dibandingkan periode yang sama pada 2010 lalu yang hanya 9,6 juta orang.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sendiri memang akan menambah 14 rute penerbangan pesawat perintis pada tahun ini. Rute penerbangan perintis yang tahun lalu sebanyak 118 rute akan ditambah menjadi 132 rute tahun ini. Rute penerbangan itu mencakup wilayah Kalimantan, Papua, dan Maluku.
(nia/hen)











































