Hatta: Bus TransJakarta Belum Sempurna

Hatta: Bus TransJakarta Belum Sempurna

- detikFinance
Kamis, 19 Mei 2011 13:47 WIB
Hatta: Bus TransJakarta Belum Sempurna
Jakarta - Pemerintah membantah soal keberadaan Bus TransJakarta yang dinilai gagal mencegah kemacetan di DKI Jakarta. Pemerintah beralibi alat angkut publik Jakarta ini belum sempurna karena kurangnya armada bus.

"Itu belum sempurna, tapi kan jangan kita langsung terus mengatakan itu gagal total," tegas Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Menurut Hatta, untuk menyempurnakan angkutan publik tersebut tidak bisa serta-merta menambah jumlah armadanya mengingat keterbatasan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak kendala tadi disampaikan mereka juga belum bisa begitu menambah banyak armada karena stasiun gas nya belum tersedia," kilahnya.

Dengan demikian, pihaknya berupaya untuk menambah SPBG sebagai bentuk upaya mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Artinya akan ada penambahan stasiun gas pak ?" tanya wartawan.

"Oh jelas," jawab Hatta singkat.

Sebelumnya Hatta juga mengatakan ada 6 kota besar di Indonesia mengalami kemacetan yang cukup parah. Keenam kota tersebut adalah DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Denpasar.

"Tadi itu yang pertama kita bicara 6 kota metropolitan yaitu DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan serta Denpasar, kota-kota tersebut memang mengalami kemacetan luar biasa," ujar Hatta.

Untuk mengatasi masalah kemacetan tersebut, Hatta memanggil beberapa kementerian terkait dan gubernur keenam kota besar tersebut guna melakukan koordinasi mengurangi kemacetan tersebut. Salah satu upayanya adalah melalui integrasi seluruh angkutan publik dan sarana prasarana perhubungan.

"Tadi para gubernur yang mewakili memaparkan strategi pembangunan mengatasi masalah itu dan juga kita melihat progress jalan-jalan yang akan dibangun baik di pusat serta menteri PU-nya dan yang dikoordinasi oleh Menteri Perhubungan yang terkait dengan bandara, jalan menuju bandara, kereta api, pelabuhan dan semua terintegrasi bahkan sekarang MPA (metropolitan priority area) yang mengintegrasikan seluruh infrastruktur jadi tidak hanya masalah angkutan penumpang tapi juga logistik," ujarnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads