"Saya tidak rela kalau anak-anak kita hanya jadi awak kapal asing dan menangkap ikan di Indonesia, bukan itu yang kita inginkan, harus nantinya menjadi, paling tidak awak kapal, kapal kita sendiri," kata Wapres.
Hal itu disampaikan Boediono saat Meluncurkan Bursa Tenaga Kerja Internasional Kelautan dan Perikanan hasil kerjasama tiga kementerian (Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Perhubungan) di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih baik lagi, menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, apabila para tenaga kerja itu menjadi pengusaha di bidang kelautan dan perikanan, bukan lagi ABK. Namun, mereka harus mendapatkan terlebih dahulu pekerjaan atau profesi di bidang tersebut.
Wapres menyambut baik dibukanya bursa kerja kelautan dan perikanan yang baru pertamakali diadakan di Indonesia ini. Ia berharap, bursa kerja itu menjadi even tahunan sehingga bisa menjaring lebih banyak lagi pencari kerja.
Boediono berharap, selalu ada evaluasi dari penyelenggaraan bursa kerja tersebut, seperti misalnya apakah lowongan kerja yang dibuka sudah sesuai dengan standar yang diminta pengusaha. Selain itu, harus jaminan kontrak kerja yang jelas antara para pelamar dengan perusahaan.
"Nantinya harus ada itu. Kalau kita lepas anak-anak kita tanpa ada kontrak kerja yang minimal yang mereka bisa pegang itu, ya, kurang baik juga. Jadi harus ada kesepakatan minimum apa itu perlindungan," ucap Wapres.
(irw/dnl)











































