Anggota DPR Sentil Masih Ada Daging Ilegal Oplosan

Anggota DPR Sentil Masih Ada Daging Ilegal Oplosan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2011 17:42 WIB
Anggota DPR Sentil Masih Ada Daging Ilegal Oplosan
Jakarta -

Saat ini masih ditemukan daging impor ilegal di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuktikan deteksi dini dan pengawasan yang lemah dari Pemerintah pusat dalam hal ini Badan Karantina Kementerian Pertanian serta Dirjen Bea Cukai.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IV DPR-RI Rofi Munawar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/5/2011).

"Sistem deteksi dini dan pengetatan pengawasan harus di lakukan secara serius, tidak hanya pada pelabuhan-pelabuhan besar yang menjadi pintu masuk utama tetapi juga pelabuhan-pelabuhan tikus yang banyak tersebar di daerah," katnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rofi, kemarin Pemerintah Provinsi Jawa Timur menahan 50 kontainer daging sapi ilegal di wilayah perbatasan Jawa Timur. Temuan ini menambah daftar panjang lemahnya pengawasan dan deteksi dini masuknya impor daging ilegal.

Dari kasus ini, ia meminta pemerintah juga harus memperketat regulasi terkait tata niaga daging. Maklum saja seringkali harga daging terus naik sedangkan harga sapi lokal mengalami penurunan.

Dikatakannya daging impor kerapkali merusak harga pasar daging sapi lokal. Selain itu, adanya daging impor ilegal ini berpotensi sangat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi daging ilegal tersebut tidak disertai dengan sertifikat kesehatan dari negara asal.

Khusus mengenai temuan daging di Jawa Timur, lanjut Rofi, ditemukan daging sapi tersebut telah tercampur menjadi satu dengan daging ayam serta daging babi.
Menurutnya, kejadian ini fenomena gunung es, dimana volume yang diselundupkan sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan temuan yang telah dilakukan.

"Perlu di ingat Indonesia memiliki target swasembada daging sapi yang dicanangkan akan tercapai pada tahun 2014, apabila tidak ada perbaikan yang serius mungkin target swasembada daging hanya tinggal mimpi belaka," katanya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads