Demikian diterangkan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/5/2011).
"Gambarannya 7 atau 9 proyek, seperti disampaikan Pak Hatta, Menteri Perekonomian. Totalnya Rp 836 triliun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Genapkan Rp 1.000 triliun saja. karena masih banyak BUMN yang mempersembahkan di bawah Rp 1 triliun. Ini bisa masuk koridor," kata Mustafa.
Menurutnya, BUMN yang siap berpartisipasi dalam program ini diantaranya PTPN III, dalam proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke. Nilainya proyek mencapai Rp 2,5 triliun.
Ini ditambah dengan proyek milik PLN, dalam pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di provinsi Nagroe Aceh Darusalam. Tepatnya di Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah di dataran tinggi Gayo. Nilai proyek yang dibiayai oleh JICA, mencapai Rp 1,53 triliun. Telkom juga siap menyelesaikan proyek Broadband Access dan Through Broadband Access Plan dengan nilai investasi Rp 21,198 triliun.
Selain itu juga ada proyek Pembangunan Pabrik Baja Moderen yang merupakan join operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO Korea Selatan. Investasinya untuk 2 tahap ini Rp 60 trilian. Ini masih ditambah proyek Pertamina dan PGN berupa Floating Storage and Regasification Unit di Jawa Barat, senilai Rp 59 triliun.
Sisanya, adalah proyek patungan JBIC (Japan Bank for International Cooperation), Pemerintah Pusat, Pemda, PT Angkasa Pura, dan Jasa Marga berupa jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Nilainya sekitar Rp 1,6 triliun.
Antam juga masuk dalam proyek MP3EI, berupa Chemical Grade Alumunium (CGA) berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Proyek rampung di 2013 dengan nilai investasi Rp 4,3 triliun.
Dan dua lagi, pengembangan penerbangan regional Makasar oleh Garuda Indonesia, serta perluasan Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura II, senilai Rp 1,94 triliun.
(wep/dnl)










































