Demikian disampaikan Direktur keuangan SERA, Nico Tahir di Ritz Calton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
Ia menjelaskan, tahun ini SERA berencana menambah 10 ribu unit kendaraan baru. 4.000 unit diantaranya didanai dari penerbitan obligasi senilai Rp 800 miliar. Sisanya, perseroan mengandalkan dari fasilitas kredit yang belum cari dari bank asing atau bank nasioanal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan masih ingin menambah fasilitas pinjaman baru dari lembaga keuangan. Nilainya mencapai Rp 2,5 triliun. Penggalangan dana ini akan melengkapi fasilitas pinjaman yang telah SERA dapat Rp 1,3 triliun awal tahun ini.
"Beberapa bank telah memberikan komitmen. Antara lain BCA, Bank Mandiri dan Bank Danamon," terangnya.
Dengan penambahan fasilitas pinjaman ini dapat mendanai 6 ribu unit kendaraan baru SERA. "Sekitar 10% saja yang berasal dari kas internal. Sedangkan sisanya berasal dari pinjaman dan penerbitan obligasi," tutur Nico.
Jika rencana penambahan armada berjalan sesuai rencana, manajemen optimistis dapat meraih pendapatan Rp 4,5 triliun tahun ini. Target ini lebih tinggi dari capaian 2010, Rp 3,5 triliun.
Dominasi pendapatan akan dikontribusikan dari bisnis jasa layanan penyewaaan kendaraan (track) dan penjualan kendaraan bekas (mobil88). Sementara bidang usaha jasa logistik (selog) masih relatif masih kecil.
"Ini bidang usaha yang masih baru dikembangkan. Namun dalam lima tahun ke depan, bidang usaha jasa logistik bisa memberikan kontribusi pendapatan berkisar 30% hingga 40% karena masih besarnya peluang dalam usaha bidang logistik," tegasnya.
(wep/ang)










































