"Terus kita pakai MA-60," kata Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo ketika ditemui di kantornya, Kemayoran, Rabu (1/6/2011).
Mengenai dua pesawat MA-60 yang belum datang, Johny mengungkapkan, pesawat tersebut hanya tertunda kedatangannya karena menunggu direktorat Direktorat Kelayakan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan. Rencananya dua pesawat itu akan datang pada tanggal 3 Juni 2011 sudah sampai Medan dan selanjutnya tanggal 4 Juni akan sampai Jakarta untuk menuju Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal penolakan 3 bandara yang melarang pengoperasian MA-60 miliki Merpati, Johny tidak ambil pusing dan akan menggantinya dengan pesawat milik Merpati yang lain. Pesawat untuk menggatinya bertipe CASA 212.
"Tidak ada masalah kita ganti dengan pesawat yang lebih kecil CASA 212," jelasnya.
Kementerian perhubungann telah menetapkan tiga bandara yang tidak boleh didarati oleh pesawat MA-60 di bandara-bandara NTT di Bandara Ruteng, Ende, dan Waingapu karena memiliki hambatan tinggi.
(ade/hen)










































