Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
"Yunani ngutang-ngutang terus akhirnya kerepotan sendiri. Eropa sudah kasih contoh jelek, jadi jangan kita ikutinlah," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, cara terbaik untuk mempercepat pertumbuhan adalah dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang tidak dibiayai dengan penambahan defisit, melainkan mengalokasikan anggaran yang besar untuk infrastruktur dan tidak menghabiskannya hanya untuk biaya subsidi.
"Paling penting itu infrastruktur, hambatan dalam distribusi harus diperbaiki. Ya harus defisit, defisit ini kan akumulasi utang kan. Sebaiknya harus ditambah (anggaran infrastruktur), makanya kalau subsidi bisa diarahkan untuk infrastruktur akan lebih bagus," pungkasnya.
Anggaran negara diprediksi akan mengalami defisit 1,8% dari PDB atau sekitar Rp 127,5 triliun di tahun 2011. Untuk menutupinya, pemerintah bakal berutang sebanyak Rp 126 triliun, atau berarti meningkat dari utang di 2010 yang mencapai Rp 86,6 triliun.
Total utang pemerintah Indonesia hingga April 2011 mencapai Rp 1.697,44 triliun. Dalam sebulan utang pemerintah naik Rp 2,81 triliun dibanding Maret 2011 yang mencapai Rp 1.694,63 triliun.
(nia/dnl)










































