Australia Hanya Kirim Sapinya ke 25 RPH Indonesia

Australia Hanya Kirim Sapinya ke 25 RPH Indonesia

- detikFinance
Senin, 06 Jun 2011 16:06 WIB
Sydney - Industri sapi ternak Australia berniat membatasi pengiriman sapinya ke Indonesia. Mereka hanya ingin mengirimkan sapi ternaknya ke 25 Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Indonesia, setelah munculnya video penyiksaan ternak itu.

Proposal pembatasan itu diajukan setelah pekan lalu mereka memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman ternak sapinya ke Indonesia, usai munculnya video pemotongan yang cukup menghebohkan itu.

Meat and Livestock Australia mengatakan, dalam proposal yang diajukan ke Menteri Pertanian Joe Ludwig itu, mereka meminta agar sapi ternaknya hanya dikirim ke RPH yang memenuhi standard World Organisation for Animal Health (OIE).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Solusi kami berkomitmen untuk mengurangi perdagangan dengan sekumpulan fasilitas inti di Indonesia yang terakreditasi guna memenuhi standard OIE," ujar chairman MLA, Don Heatley seperti dikutip dari AFP, Senin (6/6/2011).

Industri ternak sapi Australia itu menginginkan petugas kesehatan hewan secara permanen ditempatkan di fasilitas pemerosesan terakreditasi dan akan mendorong proses 'menyebabkan pingsan' sapi, dimana mereka diberi setruman listrik sebelum akhirnya dipotong.

"Peningkatan yang cepat dalam 'proses yang menyebabkan pingsan' -- yang melebihi standard OIE-- juga menjadi bagian pusat dari solusi. Implementasi langkah-langkah ini telah dimulai dengan dukungan penuh industri di Indonesia," ujarnya.

"Kami juga membutuhkan dukungan baik pemerintah Australia dan Indonesia untuk mendukung kebijakan ini guna mengamankan perbaikan penanganan hewan yang mendesak," tambah Heatley.

Audit awal MLA terhadap 100 RPH yang menerima sapi-sapi dari Australia berhasil membaginya menjadi 4 kategori. Lima RPH diketahui menjalankan standard yang lebih baik dari standard global, dan 20 lain sesuai standard. Sebanyak 25 fasilitas RPH ini tercatat menerima 40% dari total sapi yang dikirik ke Indonesia.

"Fasilitas-fasilitas RPH dalam kategori yang tersisa ini tidak akan menerima sapi-sapi Australia hingga mereka dapat menjamin bisa memenuhi standard yang bisa diterima," ujar Heatley.

Seperti diketahui, pada pekan lalu Australia memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sapi ternaknya, setelah munculnya dokumen yang menunjukkan sapi-sapi asal Australia itu dipotong dengan cara kejam.

Perihal kekejaman pemotongan sapi Australia di tempat pemotongan hewan Indonesia itu akan muncul dalam program televisi 'Four Corners' ABC pada Senin (30/5/2011) ini. Dalam tayangan tersebut akan dimunculkan bagaimana sapi-sapi ternak itu menderita saat dipotong karena matanya dicungkil, kukunya dicopot dan pemotongan lehernya dilakukan secara brutal di 4 tempat pemotongan hewan di Indonesia.


(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads