Turis Asing Diam-diam Doyan Naik Kereta di RI, Begini Datanya

Turis Asing Diam-diam Doyan Naik Kereta di RI, Begini Datanya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2026 20:30 WIB
DPR Ajukan Gerbong Merokok, KAI Tegaskan Kereta Tetap Bebas Asap
Foto: Getty Images/SUMAR TOYO
Jakarta -

Jumlah wisatawan yang naik kereta di Indonesia terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat selama semester 1 2026, KAI telah melayani 308.874 wisatawan mancanegara.

Jumlah itu neningkat 2,54% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 301.219 wisatawan mancanegara. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia.

Bagi wisatawan mancanegara, perjalanan dengan kereta api menawarkan cara yang nyaman untuk berpindah antar kota, sekaligus menikmati suasana lokal dari dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan, hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia," ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

ADVERTISEMENT

Minat wisatawan mancanegara terhadap kereta api juga terlihat dari tren beberapa tahun terakhir. Pada 2022, KA Jarak Jauh KAI melayani 300.708 wisatawan mancanegara.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 580.995 wisatawan pada 2023, lalu 669.226 wisatawan pada 2024, dan mencapai 694.123 wisatawan pada 2025. Dalam rentang 2022 hingga 2025, volume wisatawan mancanegara yang menggunakan KA Jarak Jauh tumbuh 130,83%.

Ada sekitar 10 stasiun yang jadi favorit perjalanan kereta api oleh turis asing di Indonesia. Pertama ada Stasiun Gambir dengan jumlah 50.067 wisatawan mancanegara yang menjadi penumpang. Lalu, Stasiun Yogyakarta dengan total 49.202 wisatawan mancanegara disusul Stasiun Bandung dengan total 28.078 wisatawan mancanegara.

Stasiun Pasarsenen berikutnya dengan total 16.980 wisatawan mancanegara yang jadi penumpang. Kemudian, Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 15.514 wisatawan mancanegara, diikuti Stasiun Semarang Tawang dengan jumlah 11.668 wisatawan mancanegara.

Selanjutnya ada Stasiun Malang dengan jumlah 9.881 wisatawan mancanegara yang jadi penumpang. Disusul oleh Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan total 7.899 wisatawan mancanegara, setelahnya ada Stasiun Cirebon dengan jumlah 6.474 wisatawan mancanegara, terakhir Stasiun Probolinggo dengan total 6.152 wisatawan mancanegara.

Total keberangkatan wisatawan mancanegara dari 10 stasiun tersebut mencapai 201.915 pelanggan atau 65,37% dari total wisatawan mancanegara pengguna KA Jarak Jauh pada Semester I 2026. Data ini menunjukkan bahwa stasiun-stasiun utama KAI menjadi pintu penting bagi mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

"KAI melihat perjalanan wisatawan mancanegara dengan kereta api sebagai bagian dari promosi pesona Indonesia. Setiap lintas menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari panorama alam, wajah kota, keramahan layanan, hingga kemudahan akses menuju destinasi wisata," kata Anne.

Anne menambahkan, kehadiran wisatawan mancanegara di layanan KA Jarak Jauh turut memberi dampak positif bagi ekosistem pariwisata daerah. Perjalanan mereka membuka ruang bagi aktivitas hotel, kuliner, transportasi lanjutan, pemandu wisata, UMKM, serta pelaku ekonomi lokal di sekitar stasiun dan destinasi.

"Kereta api menjadi penghubung yang mempertemukan wisatawan dengan banyak cerita tentang Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan agar semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya," tutup Anne.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads