Meskipun menurut Menteri Pertanian, Suswono pemerintah akan mengoptimalkan terlebih dahulu sapi-sapi lokal untuk mengantisipasi kekurangan pasokan sapi setelah keputusan Australia tersebut.
"Saya berharap, kekurangan ini (sapi) bisa ditutup dari dalam negeri. Opsi terakhir kita bsa impor dalam bentuk daging," ujar Suswono ketika berbicang dengan wartawan di kantornya Selasa (7/6/2011)..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tentu saja masih bisa ditutup negara lain seperti Selandia Baru dan Amerika," tuturnya.
"Brasil sangat berharap sapi dari zone base bisa diterima di Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut Suswono menjelaskan, Indonesia juga seharusnya dapat menggunakan sistem berbasis daerah karena negara Indonesia adalah negara kepulauan. Saat ini, Indonesia menggunakan sistem berbasis negara, jadi semua barang merupakan produk Indonesia, bukan daerah per daerah.
"Ke depan bahwa Zone base sampai protection zone Indonesia perlu mengadopsi itu. Akhirnya kita rugi sendiri, mestinya bsa ekspor tapi kalau ada sapi di Papua kena sakit, tapi di Sumatera bebas, kita tidak bisa ngimpor," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada pekan lalu asosiasi industri ternak sapi Australia memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sapi ternaknya, setelah munculnya dokumen yang menunjukkan sapi-sapi asal Australia itu dipotong dengan cara kejam.
Perihal kekejaman pemotongan sapi Australia di tempat pemotongan hewan Indonesia itu akan muncul dalam program televisi 'Four Corners' ABC pada Senin (30/5/2011) ini. Dalam tayangan tersebut akan dimunculkan bagaimana sapi-sapi ternak itu menderita saat dipotong karena matanya dicungkil, kukunya dicopot dan pemotongan lehernya dilakukan secara brutal di 4 tempat pemotongan hewan di Indonesia.
(ade/qom)











































