Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa, di dalam acara Indonesia Young Leaders Forum 2011, di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
"Terlalu banyak PNS yang ganggu birokrasi. Hambatan (investasi) terberat dalam birokrasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi esensinya bukan disitu. SDM (sumber daya manusia) tidak berpengaruh, tapi lebih kepada memanfaatkan teknologi," ucapnya.
Menurut Erwin jumlah PNS berlimpah dan tidak diimbangi dengan kompetensi memadai, ini justru menjadikan birokrasi tidak eifisien. Hingga kini total PNS hampir mencapai 4,7 juta orang.
"Efisiensi birokrasi di daerah muncul. Hingga adanya biaya orperasional yang tidak untuk investasi. PNS sampai saat ini masih bersifat feodal," paparnya.
Untuk itu perlu dibutuhkan perampingan struktur PNS. Restrukturisasi penting agar mendorong pengusaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
"Yang harus dilakukan PNS yang ada kemampuan ditingkatkan. Kompetensi diperbanyak. Harus ada terobosan besar-besaran. Kita mencari kualitas dan kompetensi, bukan volume yang selama ini menjadi beban," imbuhnya.
(wep/hen)










































