Pengusaha Kritik Jumlah Pegawai Negeri Terlalu Banyak

Pengusaha Kritik Jumlah Pegawai Negeri Terlalu Banyak

- detikFinance
Kamis, 09 Jun 2011 14:40 WIB
Pengusaha Kritik Jumlah Pegawai Negeri Terlalu Banyak
Jakarta - Pengusaha Muda menilai pegawai negeri sipil (PNS) di daerah terlalu banyak. Rasionya terlalu besar hingga PNS justru menjadi penghambat investasi yang selama ini digembor-gemorkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa, di dalam acara Indonesia Young Leaders Forum 2011, di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis (9/6/2011).

"Terlalu banyak PNS yang ganggu birokrasi. Hambatan (investasi) terberat dalam birokrasi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin menambahkan, tujuan pemerintah selalu melakukan perekrutan PNS setiap tahun hanya ingin menutupi indeks pengangguran tinggi alias mengurangi pengangguran namun ini justru menjadi bumerang.

"Tapi esensinya bukan disitu. SDM (sumber daya manusia) tidak berpengaruh, tapi lebih kepada memanfaatkan teknologi," ucapnya.

Menurut Erwin jumlah PNS berlimpah dan tidak diimbangi dengan kompetensi memadai, ini justru menjadikan birokrasi tidak eifisien. Hingga kini total PNS hampir mencapai 4,7 juta orang.

"Efisiensi birokrasi di daerah muncul. Hingga adanya biaya orperasional yang tidak untuk investasi. PNS sampai saat ini masih bersifat feodal," paparnya.

Untuk itu perlu dibutuhkan perampingan struktur PNS. Restrukturisasi penting agar mendorong pengusaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

"Yang harus dilakukan PNS yang ada kemampuan ditingkatkan. Kompetensi diperbanyak. Harus ada terobosan besar-besaran. Kita mencari kualitas dan kompetensi, bukan volume yang selama ini menjadi beban," imbuhnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads