BBM Bersubsidi Naik Rp 1.000, Inflasi Bisa Tembus 6,9%

BBM Bersubsidi Naik Rp 1.000, Inflasi Bisa Tembus 6,9%

- detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2011 16:44 WIB
BBM Bersubsidi Naik Rp 1.000, Inflasi Bisa Tembus 6,9%
Jakarta - Walaupun pemerintah punya opsi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, namun pengaruhnya terhadap inflasi akan cukup signifikan, apalagi jika dinaikkan Rp 1.000/liter.

Hal ini diutarakan oleh Purbaya Yuda Sadewa, selaku Kepala Ekonom Danareksa usai acara 4th Anniversary of IDX Investor Club di FX, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

''Dilihat dari indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, BBM sudah bisa dinaikkan. Mungkin bisa dinaikkan Rp 1.000 perak supaya pengaruh ke inflasinya tidak terlalu tinggi,'' katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan dinaikkannya BBM Subsidi sebesar Rp 1.000/liter, maka inflasi akan meningkat 1,4%. ''Total inflasi nanti bisa naik dari 5,5% ke 6,9%,'' timpal Purbaya.

Namun hal tersebut dinilai masih aman, sehingga pemerintah sendiri masih memiliki opsi yang terbuka untuk menaikka harga BBM Subsidi seharga Rp 4.500 per liternya.

''Kalau bulan Januari hingga Februari kemarin hampir tidak ada ruang bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM, akibat kepercayaan terhadap masyarakat masih jelek karena kenaikan harga pangan yang naik dalam setahun terakhir,'' tanggapnya.

Purbaya juga menyampaikan, pemerintah sediri tidak perlu menaikkan harga BBM selama APBN yang selalu 'nyisa' dalam 4 tahun terakhir tidak dioptimalkan. Kecuali, jika pemerintah memang menggunakan APBN secara optimal untuk pembangunan, maka kenaikan harga BBM pun tidak diharamkan.

Kemudian, lanjutnya lagi, jika pemerintah ingin menjalankan pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah harus melakukannya dengan jelas dan terencana.

''Kalau pembatasan tidak jelas justru menimbulkan kekacauan, karena sama saja membawa harga BBM bersubsidi ke harga keekonomian. Dan kalau BBM dinaikkan pasti ngaruhnya ke inflasi,'' imbuhnya.

(nrs/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads