Hiiii! Daging Berpewarna Darah Masih 'Berkeliaran' di Pasar

Hiiii! Daging Berpewarna Darah Masih 'Berkeliaran' di Pasar

- detikFinance
Senin, 13 Jun 2011 12:58 WIB
Hiiii! Daging Berpewarna Darah Masih Berkeliaran di Pasar
Jakarta - Praktik-praktik pemberian warna merah pada daging dengan merendamnya pada cairan darah ternyata masih marak terjadi. Praktik itu umumnya dilakukan untuk memberi warna segar pada daging yang sudah dibekukan (thawing).

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mencatat masih banyak ditemukan praktik pencairan daging beku (thawing) untuk selanjutnya diberi warna merah darah dengan merendamnya pada darah. Ini biasanya dilakukan terhadap daging beku impor agar memberikan kesan segar walaupun telah dibekukan berbulan-bulan.

Demikian disampaikan oleh Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf kepada detikFinance, Senin (13/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari dulu itu terjadi di Indonesia, daging itu dicairkan atau di-thawing dari beku menjadi tak beku, itu dicampur dengan darah, agar kelihatannya baru padahal daging beku. Secara aturan itu nggak boleh, tapi itu biasa dilakukan oleh pedagang," katanya.

Ia menjelaskan praktik pewarnaan darah kepada daging beku impor biasanya dilakukan oleh para pedagang tradisional di pasar-pasar becek. Biasanya dilakukan ketika harga daging sedang mahal bersamaan banyaknya daging impor masuk ke pasar.

"Kalau (pasar moderen) itu nggak mungkin, yang saya tahu itu di pasar becek. Sementara kalau mereka pasar moderen, punya standardisasi. kalau ketahuan melakukan itu maka bisa habis mereka. Di supermarket saya belum menemukan itu, mereka nggak berani," katanya.

Menurutnya, daging beku impor secara prinsip tak masalah, meski sudah dibekukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Justru yang menjadi masalah adalah soal penanganannya di pedagang di dalam negeri.

Sudah menjadi rahasia umum, para pedagang di pasar menjajakan daging yang digantung adalah daging lokal yang masih segar sementara daging lainnya adalah daging beku yang sudah melalui proses pewarnaan dengan darah.

"Kalau soal dagin beku sapi tahunan nggak masalah kualitasnya tetap terjaga, dengan proses pembekuaan yang sudah ada," katanya.

Rochadi juga mengingatkan masalah daging beku impor juga perlu dicermati dari sisi jenisnya. Kadang-kadang daging beku yang diimpor bisa saja jenis daging yang bukan untuk manusia misalnya seperti daging untuk makanan hewan yang bernilai rendah.

"Itu mereka bisa mengekspor, jangan sampai ada tuna nilai menjadi bernilai," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads