Kepastian Lotteria Hadir di Indonesia Dipertanyakan

Kepastian Lotteria Hadir di Indonesia Dipertanyakan

- detikFinance
Minggu, 19 Jun 2011 18:48 WIB
Kepastian Lotteria Hadir di Indonesia Dipertanyakan
Jakarta - Kepastian hadirnya restoran cepat saji berbasis burger, Lotteria asal Negeri Ginseng Korea Selatan dipertanyakan. Lotteria disebut-sebut bakal menjadi lawan terberat McDonald's yang saat ini sudah lama hadir di Tanah Air.

"Harusnya sebulan lalu sudah buka gerai, tapi saya heran kok nggak jalan-jalan. Apakah ada masalah internal," kata Penasihat Perhimpunan Waralaba Indonesia (Wali) Amir Karamoy kepada detikFinance, Minggu (19/6/2011)

Amir mengatakan Lotteria masuk Indonesia melalui Lotte Grup dengan menggandeng perusahaan lokal yaitu AJBS Grup yang berbasis di Surabaya. Namun kata Amir, hingga kini kepastian dibukanya gerai-gerai Lotteria masih tanda tanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengar mau buka di mal-mal itu, tapi kayaknya belum," ucapnya.

Ia menambahkan beberapa bulan lalu dirinya sudah bertemu dengan perwakilan restoran burger terbesar di Korea tersebut. Dari pertemuan itu Amir mengingatkan agar Lotteria mengembangkan bisnis kemitraan dengan pengusaha lokal yaitu membuka waralaba atau sejenisnya.

"Saya sudah nasehati mereka, bahwa pemain asing jangan buat gerai dia saja. Maunya saya bermitra dengan pengusaha lokal, jangan dimonopoli," seru Amir.

Menurut Amir Pangsa pasar Lotteria di negerinya sangat diperhitungkan bahkan mengalahkan dominasi McDonald's. Produk yang disajikan Lotteria 100% mirip dengan produk McDonald's, termasuk adanya variasi seperti ayam goreng dan lain-lain.
 
Dikatakan Amir, bisnis makanan cepat saji burger di Indonesia begitu menggiurkan. Pemain-pemain non Amerika Serikat seperti Mos Burger asal Jepang juga sudah mencicipi gurihny pasar Indonesia. Meskipun Mos Burger sempat kurang berkembang saat awal-awal masuk ke Indonesia.

Ia juga memberikan catatan kepada para perusahaan restoran asing ini agar mengedepankan bisnis yang tidak serakah. Selama ini restoran-restoran asing begitu asik dengan membangun gerainya sendiri (company owned), tanpa melibatkan mitra-mitra lokal.

Misalnya Amir mencontohkan, 7-Eleven, McDonald's, Wendy's, Breadtalk dan lain-lain sampai saat ini belum juga menyerahkan konsep waralaba atau franchise ke masyarakat. Hal semacam ini, lanjut Amir, sudah pernah ia adukan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena cenderung monopoli, namun di Indonesia tak ada aturan yang mewajibkan ketentuan sub franchise.

"Company owned restoran itu konsep yang jelek dan jahat. Saya katakan Korea hati-hati," katanya.

Seperti diketahui Lotteria bekerja sama dengan AJBS Group, yang juga mengelola Muji Ryouhin, kemudian mendirikan PT Lotteria and AJBS Group. Lotteria memiliki saham sebesar sebesar 51% dan AJBS memegang saham sisanya sebesar 49%. Lotteria menargetkan membuka 10 cabang dalam setahun, bahkan dalam lima tahun ke depan ditargetkan akan mendirikan sekitar 100 gerai Lotteria di wilayah Jabodetabek.


(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads