Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani Sidik Motik dalam jumpa wartawan di salah satu mal di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta, Senin (20/6/2011).
"Ini seharusnya Alhamdullilah, seharusnya ini kesempatan untuk berbenah bagi kita. Sebenarnya ini peluang kita yang luar biasa. Malah ngelobi pihak Australia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghentian eskpor Australia itu lebih memukul peternak Australia," ujarnya.
Drajat menambahkan, seharusnya pemerintah Indonesia tidak terus-menerus meminta pihak Australia kembali membuka kran ekspor sapinya ke Indonesia.
"Jangan didorong untuk impor (sapi) lagi," tambahnya.
Seperti diketahui penayangan video kekerasan sapi di beberapa RPH di Indonesia yang ditayangkan oleh TV ABC 30 Mei 2011 lalu berujung pada penghentian ekspor sapi Australia ke Indonesia selama 6 bulan. Pemerintah Australia sepakat mengirim tim independen bersama, tim kedua negera akan memverifikasi RPH yang ada di Indonesia.
Kunjungan dua menteri pertanian federal dan negara bagian barat Australia ke Indonesia hari ini memberikan tanda-tanda bahwa pemerintah Australia sebenarnya membutuhkan pasar Indonesia. Bahkan pihak Australia berencana mempercepat pencabutan penghentian ekspor sapi mereka ke Indonesia.
(ade/hen)











































