Harapan RI Terhadap Bos IMF Baru

Harapan RI Terhadap Bos IMF Baru

- detikFinance
Selasa, 28 Jun 2011 07:52 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) akan segera memiliki bos baru. Indonesia sebagai salah satu negara anggota IMF tentu saja memiliki harapan-harapan tertentu pada lembaga keuangan internasional itu.

Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah mengungkapkan, Bank Indonesia telah mengirimkan surat ke IMF sehubungan dengan pemilihan Managing Director baru IMF. Dalam suratnya, BI meminta bos baru IMF mampu memfasilitasi keterwakilan dan pandangan negara negara emerging market.

"Perubahan ekonomi global telah menempatkan peran negara emerging market semakin meningkat. Oleh karena itu Managing Director IMF terpilih harus mampu memfasilitasi keterwakilan dan pandangan negara negara emerging," tutur Difi kepada detikFinance, Selasa (28/6/2011)..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BI juga meminta pemimpin IMF yang baru dapat lebih memahami secara mendalam terkait kebutuhan dan kepentingan negara berkembang

"Bank Indonesia telah mengirimkan surat kepada Acting Managing Director IMF, John Lipsky pada 13 Juni 2011," jelas Difi.

Terkait proses pemilihan Managing Director IMF yg direncanakan akan dilakukan 28 Juni 2011, Difi mengatakan Indonesia meyakini prosesnya akan berjalan secara terbuka dan transparan, sebagaimana diharapkan negara-negara anggota lainnya.

"Indonesia meyakini bahwa proses pemilihan akan berjalan terbuka, transparan dan akan memilih pemimpin IMF berdasarkan kemampuan/kapabilitasnya tanpa memandang asalnya (dari negara atau wilayah manapun)," kata Difi.

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menilai IMF sudah melakukan reformasi ke arah yang lebih baik dan efektif. Oleh karenanya, Managing Director IMF yang baru harus menjamin kelangsungan reformasi yang telah berjalan dimana hal ini akan membuat IMF lebih responsif terhadap dinamika ekonomi baru global.

"Selain itu, pemimpin baru IMF harus mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia yang berbeda," kata Difi.

Seperti diketahui, IMF telah menetapkan 2 calon untuk menjadi managing director IMF menggantikan Dominique Strauss-Kahn yang mengundurkan diri karena kasus pelecehan seksual dan percobaan perkosaan. Dua calon itu adalah Menkeu Prancis Christine Lagarde dan Gubernur Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens.

Indonesia, melalui Menkeu Agus Martowardojo sebelumnya telah mengungkapkan dukungannya terhadap Christine Lagarde untuk memimpin IMF karena dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads