Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku telah bertemu dengan pihak pemerintah Amerika Serikat guna membahas beberapa isu terkait importasi film dari AS.
"Saya 3 hari yang lalu juga sudah ketemu dengan perwakilan pemerintah Amerika yang mendiskusikan tentang film-film impor dari kelompok Motion Picture Association of America (MPAA) dan saya menyambut baik diskusi yang ada. Pihak Amerika menjadi lebih jelas bahwa Indonesia tidak ada masalah terkait dengan eksportir ataupun produsen film di Amerika, ataupun pemerintah Amerika, tetapi memang ada isu yang harus diselesaikan terkait dengan importir yang selama ini terdaftar sebagai importir film Amerika dari kelompok MPA," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Jadi saya juga sudah menugaskan kepada staf ahli dan juga Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai untuk bisa mempunyai satu forum khusus untuk segera mengklarifikasi isu-isu teknis yang perlu diklarifikasi. Saya nggak bisa masuk sampai teknis tapi kalau seandainya ada yang perlu diklarifikasi di level teknis diklarifikasi di level itu," jelasnya.
Agus Marto menambahkan pada pertemuan tersebut, dia juga mengimbau pihak Amerika Serikat untuk menggunakan importir lain dalam memasukkan film-film Amerika agar dinikmati masyarakat tanah air.
"Tentu, ada imbauan, dan dalam pertemuan yang kami lakukan pun itu pertemuan juga dihadiri sama dubes Amerika dan mereka juga mendengar dari kami paling nggak dari Menkeu dan harusnya juga nanti mendengar dari Menbudpar bahwa begitu banyak importir yang bisa diajak kerja sama. Dan kalau seandainya bisa dilakukan realisasi itu tentu akan membuat masyarakat Indonesia sambut gembira dan juga produsen film di Amerika juga melihat perkembangan yang baik," pungkasnya.
Seperti diketahui produsen-produsen film Amerika yang tergabung dalam MPAA yaitu Disney, Fox, Warner, Columbia, Paramount, dan Universal. Selama ini film-film itu diimpor oleh PT Satrya Perkasa Esthetika Film dan PT Camila Internusa Film. Kedua importir film ini sedang didera tunggakan pajak royalti impor film miliaran rupiah.
(nia/hen)










































