Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/7/2011).
"Saat ini tidak ada perubahan kebijakan soal importase (sapi) karena kita masih membutuhkan untuk menutup kekurangan dalam negeri. Kalau Australia melakukan suspen ya silakan itu kan haknya Australia, yang jelas Indonesia punya aturan dari sisi animal welfare," kata Suswono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sepanjang kita masih kekurangan tentu saja akan ditutup melalui impor. Impornya seperti apa, sapi bakalan atau daging. Kedua, kebijakan impor itu tidak mendistorsi harga di tingkat peternak," jelas Suswono.
Dia juga mengatakan hasil sensus sapi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) cukup menggembirakan. Tercatat sedikitnya ada 16,2 juta ekor populasi sapi dan kerbau di Tanah Air.
"Angka menggembirakan tapi struktur kita perlu tahu yang betina berapa untuk punya anakan. Kalau bisa menyediakan 3 juta ekor maka swasembada karena kebutuhan per kapita kita kan 1,7 jadi sekitar 3 juta ekor," ucapnya.
Namun yang saat ini menjadi kendala adalah proses distribusi sapi. "Karena itu kita menghidupkan kembali pengangkutan sapi dengan kereta api. Dari Jakarta-Surabaya kan belum semuanya double track, nanti problem-nya pengangkutannya harus berhenti di beberapa stasiun, perlu pengaturan jadwal," tukasnya.
(dnl/dnl)











































