Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan meskipun pemerintah Australia sempat mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor sapi ke Indonesia pada bulan lalu, pihak Indonesia tidak pernah mengubah kebijakan terkait impor sapi.
"Jadi sebetulnya tidak benar ada perubahan dari kebijakan kita, kita tidak pernah menutup impor," tegasnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (8/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu untuk kuartal III, Juli-September, jadi Juli sudah bisa masuk. Sudah bisa dilakukan, jadi itu tidak hanya dari Australia ya, terserah yang memohon, dia bisa impor dari mana," tegasnya.
Sebelumnya Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan selama hampir 6 berjalan Indonesia baru merealisasikan impor sapi bakalan separuh dari kuota yang ditetapkan pemerintah di 2011. Selama Januari hingga awal Juni 2011 realisasi impor sapi Australia baru mencapai 310.000 ekor dari kuota impor sapi 600.000 ekor.
(nia/hen)











































