Kewaspadaan konsumen saat berbelanja jelang Puasa harus lebih tinggi karena biasanya barang-barang pangan kadaluarsa makin merajalela pada periode tersebut.
Sekretaris Jenderal GAPMMI Franky Sibarani mengatakan masyarakat perlu waspada terhadap adanya produk makanan dan minuman (mamin) yang bermasalah. Pertama, produk makanan dan minuman kadaluarsa yang di re-packing (kemas ulang) dengan kemasan yang sama atau kemasan bekas. Dalam kasus semacam ini produk tersebut biasanya dikemas dengan plastik polos tanpa merek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, produk-produk pangan impor ilegal lainnya biasanya tak dilengkapi dengan keterangan Bahasa Indonesia, termasuk juga untuk produk-produk elektronika.
Β
"Untuk itu GAPMMI menghimbau masyarakat untuk beli produk makanan-minuman buatan Indonesia. Produk yamg memiliki izin edar MD (untuk produk buatan dalam negeri) atau ML (produk luar negeri) dan PIRT (untuk produk industri rumah tangga). Produk mamin berkemasan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Teliti juga keutuhan barang dan pastikan tanggal kadaluarsanya," seru Franky kepada detikFinance, Jumat (8/7/2011).
(hen/dnl)










































