Mentan Kampanye Gerakan Penyelamatan Sapi Betina Produktif

Mentan Kampanye Gerakan Penyelamatan Sapi Betina Produktif

- detikFinance
Jumat, 08 Jul 2011 15:22 WIB
Mentan Kampanye Gerakan Penyelamatan Sapi Betina Produktif
Jakarta - Pemerintah menyesalkan ternyata 90% sapi betina produktif dipotong di wilayah NTT. Untuk itu pemerintah akan melakukan gerakan penyelamatan sapi betina produktif guna mendukung rencana swasembada sapi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono saat ditemui di kantor Menko Perekonomian Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (8/7/2011).

"Jadi di NTT itu 90% betina produktif dipotong. Jadi ke depan kita melakukan penyelamatan sapi betina produktif," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, hasil sensus sapi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah sapi di Indonesia mencapai 15 juta ekor, dan kebutuhan Indonesia mencapai 2,5-3 juta ekor sapi.

"Kalau kita bisa memenuhi semua kebutuhuan itu maka kita tidak perlu impor. Tapi dalam aturannya kita bisa menyisakan 10% untuk impor, jadi tidak full 100%. Kalau sudah bisa memnuhi 90% bisa dibilang swasembada," tuturnya.

Ke depan Suswono mengatakan, akan mendorong impor sapi bakalan. Karena impor sapi bakalan membuka lapangan pekerjaan untuk proses penggemukannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sedikitnya ada 16,2 juta ekor populasi sapi dan kerbau di Tanah Air. Hal ini merupakan hasil sensus ternak sapi dan kerbau 1-30 Juni 2011.

Berdasarkan perkembangan data olah cepat perhitungan BPS per tanggal 3 Juli 2011 persentase desa yang telah dicacah mencapai 99,4%. Dari itu dihasilkan data jumlah populasi sapi dan kerbau lokal mencapai 16.200.633 ekor.

Angka itu terdiri dari jumlah sapi potong 14.367.975 ekor, jumlah sapi perah 566.974 ekor dan jumlah kerbau 1.265.699 ekor. Progres beberapa wilayah yang sudah dilakukan perhitungan yaitu Aceh mencapai 99,7%, NTT sebesar 99,7%, Kaltim sebesar 98,1%, Papua Barat sebesar 99,9% dan Papua 88,4%

Berikut ini provinsi dengan populasi sapi dan kerbau di atas 500.000 ekor:


  • Jawa Timur: 4.848.232 ekor
  • Jawa Tengah: 2.145.720 ekor
  • Sulawesi Selatan: 1.074.544 ekor
  • Nusa Tenggara Timur: 878.863 ekor
  • Nusa Tenggara Barat: 780.901
  • Lampung :759.850 ekor
  • Jawa Barat: 675.619 ekor
  • Bali : 636.801 ekor
  • Sumatera Utara: 615.878 ekor
  • Aceh: 587.112 ekor
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads