Baihaki: Pertamina Beli Tanker agar Tak Didikte Pasar

Baihaki: Pertamina Beli Tanker agar Tak Didikte Pasar

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2004 14:36 WIB
Jakarta - Mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim menegaskan, kepemilikan tanker raksasa bagi Pertamina sangat penting agar perusahaan migas negara itu tidak lagi dikontrol pasar. Dengan demikian, suplai bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri juga lebih terjaga."Jadi pertimbangan saya untuk memiliki tanker itu rata-rata karena pertimbangan ekonomis. Dalam jangka panjang, ini akan memberi kemandirian bagi Pertamina sehingga kita tidak didikte oleh pasar dan tidak lagi dikontrol oleh siapapun. Tapi tentunya direksi baru punya pemikiran lain. Itu hak direksi sekarang," ujar Baihaki usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kanmis (24/6/2004).Ditambahkan Baihaki, menurut perhitungannya, tanker berjenis very large crude carrier (VLCC) tersebut juga akan memberikan keuntungan berlipat ganda bagi perusahaan. Pasalnya, harga sewa tanker saat ini terus meningkat.Ia mencontohkan, untuk tanker jenis single hull dulu sewanya mencapai US$ 20.000 per hari, namun saat ini sudah melonjak 60 persen hingga menjadi US$ 33.000 per hari. Sedangkan dua tanker Pertamina yang tengah dirakit Hyundai Heavy Industries tersebut berjenis double hull.Mantan Dirut Caltex Indonesia ini menegaskan, pemesanan tanker diyakini tidak akan mengganggu cash flow perusahaan, mengingat rencananya pendanaan pembelian tanker itu berasal dari luar perusahaan, seperti kredit dari Korea Selatan dan penerbitan obligasi. "Jadi tidak akan memberatkan cash flow perusahaan. Apalagi sebetulnya, tanker itu pada akhirnya malah memberikan profit bagi perusahaan," imbuhnya.Sementara itu, Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, pihaknya hanya meminta penjelasan secara rinci dari dirut lama mengenai tujuan dan proses pemesanan tanker secara kronologis. Diakui, terdapat perbedaan argumentasi antara Baihaki dengan Dirut Pertamina saat ini Ariffi Nawawi."Tapi itu wajar, nanti yang akan kita lihat apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak. Sejauh ini belum ada indikasi. Pekan depan, KPK juga akan memanggil mantan Direktur Keuangan Pertamina Ainun Naim," ungkap Erry. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads