Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana mengatakan saat ini produksi cabai sudah membaik dengan suplai yang cukup. Meskipun ia mengakui beberapa pekan terakhir harga cabai di petani mulai merayap dari Rp 3.000 per Kg mencapai Rp 4.000-5.000 per Kg.
"Baru mulai naik, sedikit, kenaikan belum begitu besar sekarang di petani Rp 4.000-5.000 di konsumen, kalau di konsumen Rp 15.000 per Kg, bahkan ada yang masih Rp 8.000," katanya kepada detikFinance, Senin (11/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perkiraan harga untuk Lebaran maksimal Rp 40.000, dengan harga di petani Rp 15.000 per Kg," jelasnya.
Dadi menjelaskan meski saat ini produksi cabai relatif baik, namun masa puncak produksi akan terjadi menjelang akhir tahun. Ia pun optimistis harga cabai jelang Puasa dan Lebaran tak akan fluktiatif seperti yang pernah terjadi bulan-bulan lalu menembus hingga Rp 100.000 per Kg.
"Memang saat ini harga cabai mulai ada pergerakan sedikit, dulu sebelumnya sempat hanya Rp 3.000 per Kg," katanya.
Sebelumnya pemerintah mewaspadai harga cabai yang diramalkan akan mengalami kenaikan menjelang bulan Puasa dan Lebaran. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan untuk cabai memiliki masa panen raya dua kali setahun, yaitu pada saat Juni-Juli dan September-Oktober. Pada saat tersebut, harga cabai mencapai harga minimum.
"Trennya cabai itu panen setelah musim hujan ke kering, seperti saat ini dan September-Oktober, makanya harga cabai bisa Rp 7.000 per kg," ujar Bayu saat ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (10/7/2011).
Menurut Bayu, ketika Puasa dan Lebaran, harga cabai tidak akan serendah harga pada bulan-bulan tersebut. Pasalnya, meskipun petani tetap memanen cabai tetapi jumlah cabai yang dipanen tidak sebanyak pada masa panen raya.
"Ya memang nanti pas Lebaran agak mahal," ungkap Bayu.
(hen/dnl)











































