3 Provinsi Jadi 'Pentolan' Inflasi Indonesia

3 Provinsi Jadi 'Pentolan' Inflasi Indonesia

- detikFinance
Kamis, 14 Jul 2011 11:04 WIB
3 Provinsi Jadi Pentolan Inflasi Indonesia
Bogor - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tingkat inflasi nasional sebagian besar dipengaruhi oleh tiga provinsi di Indonesia. Tiga provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang memiliki bobot hampir 50% dari dalam penghitungan tingkat inflasi nasional.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Jawa Barat-Banten-Jakarta di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/7/2011).

"Penyelenggaran Rapat Koordinasi Wilayah ini memiliki makna yang strategis dalam upaya pengendalian inflasi. Karena berkaitan tiga karakter di tiga daerah ini DKI jakarta memiliki bobot 22,5% dalam inflasi IHK nasional, kalau ditambah Jawa Barat dan Banten bisa mencapai 47% dalam pembentukan inflasi IHK nasional," papar Hartadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Hartadi, ketiga provinsi ini punya keterkaitan yang kuat terhadap distribusi barang dan jasa karena punya infrastruktur pendukung yang bagus. Sehingga kegiatan di wilayah ini akan mempengaruhi pergerakan ekonomi di wilayah lain.

"Dan interaksi antar ketiga daerah ini sangat aktif meskipun perannya beda-beda. DKI sebagai daerah konsumen dan Banten-Jabar sebagai daerah pemasok. Ini akan membuat lebih efisien karena harganya bisa lebih efisien," katanya.

Oleh karena itu, Hartadi mengatakan perlu adanya upaya untuk mengendalikan inflasi lebih fokus di ketiga provinsi ini. "Karena kalau salah satu daerah punya masalah atau gangguan distribusi misalnya di daerah Jabar dan Banten maka akan bisa mengganggu harga dan berimbas pada inflasi," tuturnya.

Seperti diketahui, Hartadi menambahkan Jabar dan Banten itu merupakan sumber pasokan bahan pangan. Sementara, harga pangan itu merupakan salah satu pembentuk inflasi yang cukup besar.

"Tahun 2010 lalu inflasi dari makanan 15%, dan membuat inflasi 7% secara keseluruhan. Triwulan I kenaikan harga makanan sudah cukup cepat, bahkan terjadi deflasi," kata Dia.

Di Semester I-2010 angka inflasi year to date baru berkisar di 1,1%. Hartadi mengharapkan upaya pengendalian bank sentral di semester II-2011 ini harus cukup baik lagi.

"Kalau semester II kenaikan harga bisa dikendalikan, Insya Allah inflasi bisa di bawah 5%. Tapi dalam sisa tahun ini kemungkinan ada kenaikan BBM atau pembatasan BBM itu akan punya dampak terhadap inflasi," jelasnya.

Lebih jauh Hartadi mengatakan inflasi itu sangat berdampak pada tingkat kemiskinan masyarakat. Terutama kenaikan harga pangan, Hartadi mengatakan kenaikan ini bisa berpengaruh pada kemiskinan.

"Dari studi kita sekitar 60 -70% dari pendapatan orang miskin itu dikeluarkan untuk makanan. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengendalikan harga bahan makanan," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads