Kenaikan Harga Beras, Daging dan Ayam Terus Berlanjut

Kenaikan Harga Beras, Daging dan Ayam Terus Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 26 Jul 2011 14:17 WIB
Kenaikan Harga Beras, Daging dan Ayam Terus Berlanjut
Jakarta - Seiring datangnya bulan Ramadhan beberapa komoditas kebutuhan pangan masyarakat masih menunjukkan tren kenaikan harga. Pemerintah mengklaim kenaikannya hanya sebesar 5%.

"Kalau kita lihat harga, ini minggu ketiga Juli, dibanding bulan Juni, yang naik adalah beras, telur, dan ayam. Naiknya relatif 5%," kata Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ketika ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Menurut Mari harga daging juga menalami kenaikan 2,29%. Sementara beberapa harga kebutuhan lain mengalami penurunan seperti gula pasir, cabe rawit, cabe merah, dan minyak goreng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beras naik (harganya) bukan karena terlalu disebabkan jelang Puasa, karena kan Lebaran juga bergeser terus tiap tahun. Beras naik disebabkan usai musim panen kedua," lanjutnya.

Menurutnya, untuk harga beras secara musiman (panen) pasti akan terjadi kenaikan. Namun pihaknya mengaku terus melakukan operasi pasar di beberapa daerah untuk menjaga lonjakan manakala terjadi kenaikan mencapai 10% di titik pasar tertentu.

"Kita di titik manapun yang mengalami kenaikan harga 10% akan melakukan operasi pasar. Bulog juga sudah diberi instruksi untuk itu. Kita juga sudah salurkan beras tepat waktu dan tepat jumlah. Jadi kalau adanya kenaikan harga, masyarakat berpendapatan rendah bisa dapatkan akses ke Raskin (Beras Miskin)," janjinya.

Terkait harga ayam dan telur, menurutnya memang akan ada kenaikan menjelang Puasa. Hal tersebt disebabkan permintaan di pasar jelang tradisi 'Munggahan'. Sehingga aspek kultural mempengaruhi kenaikan harga.

"Tapi kita sudah cek dengan pedagang dan peternak. Dari segi stok tidak perlu khawatir ada kekurangan, mereka sudah lakukan persiapan yang naik dalam 6 bulan ke belakang. Kita juga lakukan pantauan untuk lonjakan harga," ungkapnya.

Mari juga menyatakan untuk terus melakukan pengecekkan di pasar manakala ada terjadi gangguan terhadap harga maupun distribusi yang diakibatkan adanya ulah penimbun atau spekulan.

"Kita akan ambil langkah ke situ dan melihat dimana titik masalahnya. Tiap tahun pun lonjakan permintaan naik sekitar 20-30 % di bulan Puasa. Pengamanan stok sudah dilakukan pedagang. Memang tiap tahun pasti ada kenaikan dan penurunan. Kita aka pantau terus," jelas Mari.

Dirinya juga mengingatkan kepada konsumen untuk bertindak cerdas, mengingat hal ini akan terjadi tiap tahun. "Konsumen harus smart, siapkan antisipasi terhadap kenaikan harga serta melakukan persiapan untuk stock terhadap barang," imbuhnya.

(nrs/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads