Masalah Klasik, Pasar Tumpah Jadi Biang Macet Jalur Mudik

Masalah Klasik, Pasar Tumpah Jadi Biang Macet Jalur Mudik

- detikFinance
Selasa, 26 Jul 2011 17:50 WIB
Jakarta - Tiap tahun, kehadiran pasar tumpah menjadi penghambat arus mudik masyarakat jelang lebaran nanti. Kementerian Pekerjaan Umum mengaku telah menyiapkan beberapa langkah untuk menanganinya.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak ketika ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

"Memang masih banyak (titik kemacetan pasar tumpah) sepeti di Pasar Tegalbubuk misalnya, itu pasar tumpah di sana cukup ramai," kata Hermanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berencana berkoordinasi dengan pihak Pemda setempat. Pihaknya akan mencegah masuknya kendaraan-kendaraan ke titik pasar tumpah, atau memberi penghalang portable di pinggir-pinggir jalan, supaya pasar tumpah tidak sampai masuk ke jalur kendaraan.

"Kalau sudah menjelang lebaran nanti akan dikoordinasikan dengan Pemda. Ada juga Pemda yang mengkompensasikan pasar tersebut dengan memberi tempat tertentu (relokasi sementara)," ungkapnya.

Pihaknya juga membuat flyover untuk menghindari kendaraan melewati pasar tumpah yang ada. Di pasar Gebang misalnya, Kementerian PU mengaku sudah membuat jaur flyover di sana. Selain itu, pihaknya juga membangun jalar lingkar, seperti di Ambarawa, untuk menghindari hal yang sama.

"Kita ada jalan lingkar Ambarawa, kita bangun kurang lebih 7 kilometer. Daripada harus melewati pasar dari arah Bawen menuju Yogya atau Yogya menuju Semarang. Jadi lebih baik leat jalan Ambarawa, tapi itu masih kelas B, masih berkerikil. Tapi kita padatkan, jadi bisa dilalui dan tidak perlu lewat pasar Ambarawa," rincinya.

Selain itu, untuk persiapan jalan raya, pihaknya membuat penambahan lajur. Seperti dari Cikarang yang sudah dijadikan 4 lajur (dua arah). Kemudian dari Cikarang menuju Cikampek disiapkan 3 lajur.

"Melalui Pantura, masih ada beberapa jalan yang masih ditangani (perbaikan). Tapi akan selesai akhir Juli, untuk penanganannya kita masih terus berlanjut," ungkapnya.

Hermanto juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa perbaikan jembatan dan juga persiapan beberapa jalan lingkar.

"Jadi ini mengalirlah, tiap tahun kan dibangun lebih banyak, jadi lebih baik. Meskipun jumlah pemudik makin nambah. Kita juga siapkan alat-alat berat kalau ada beberapa daerah yang longsor. Terutama di jalur seperti Wonosobo, Wangon, atau di Sumatera Bagian Barat," lanjut Hermanto.

Katanya, beberapa perbaikan dan persiapan jalan ini diusahaan rampung dan dapat dilalui beberapa hari jelang Lebaran. Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan perbaikan jalan akandihentikan H-7 dan H+7 Lebaran.

(nrs/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads