FAPBke-10 di Nürnberg tahun ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari bidang ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan. "Untuk Forum Asia Pasifik tahun ini, Indonesia menjadi fokus utama sebagai negara mitra," Fungsi Pensosbud KBRI Berlin Counsellor Ayodhia GL Kalake kepada detikfinance, Rabu (27/7/2011).
Dalam sambutannya Presiden KADIN Nürnberg Dirk von Vopelius dan Armin Schwimbeck menyampaikan harapannya agar para investor asing dapat mengetahui potensi dan kerjasama di berbagai sektor ekonomi yang bermuara pada peningkatan hubungan kerjasama Indonesia- Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Forum tersebut Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar memberikan paparan mengenai situasi dan perkembangan ekonomi di Indonesia secara global, rencana aksi dan kemungkinan berinvestasi di Indonesia.
Dijelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan dalam hal menciptakan iklim investasi lebih baik, perundang-undangan baru telah ditetapkan hampir di semua sektor, dan pemberdayaan institusi yang bertujuan untuk memberikan masukan kepada pemerintah untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi.
"Untuk investasi langsung, saat ini terdapat kemungkinan sangat besar untuk memasuki pasar bisnis Indonesia, banyak sektor yang dibuat mudah untuk para investor asing berinvestasi," demikian Mahendra.
Di sektor transportasi, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan mengenai rencana pengembangan infrastruktur agar dapat menunjang kegiatan ekonomi di Indonesia. Di samping itu juga melakukan perubahan peraturan supaya sektor privat bisa turut serta mendukung pemerintah untuk meningkatkan sektor transportasi Indonesia.
Sedangkan dari sektor perbankan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Ediana Rae menegaskan bahwa Bank Indonesia bertugas untuk menjaga kestabilan mata uang rupiah yang merupakan salah satu faktor penentu bagi iklim investasi Indonesia yang baik, selain juga untuk menstimulus investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Dijelaskan pula bahwa Indonesia telah berhasil pulih dari krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998/1999 dan saat ini siap untuk menerima investor asing.
Sementara itu Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo menyambut baik keikutsertaan secara aktif para pelaku bisnis kedua negara dalam FAPB, baik pada sesi pleno maupun workshop tentang Indonesia dengan menghadirkan Ketua Komite KADIN Indonesia untuk Jerman, Austria dan Swiss Ilham Habibie.
"Minat pengusaha Jerman untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia tampak semakin meningkat seiring dengan impresi positif dari kalangan bisnis Jerman terhadap kemajuan ekonomi yang dicapai Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini," papar Dubes.
Secara khusus Dubes mengundang para pengusaha Indonesia di FAPB untuk juga berpartisipasi dalam Promosi Terpadu Tourism, Trade and Investment yang akan diadakan oleh Perwakilan RI di Jerman pada 7/11/2011 di Hamburg, dengan fokus sektor infrastruktur, energi terbarukan, komoditi serta pariwisata.
Delegasi bisnis RI pada FAPB diketuai oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar didampingi Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono, Duta Besar RI Berlin Eddy Protomo, Konjen RI Frankfurt Damos Dumoli Agusman dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Ediana Rae.
Sedangkan dari pelaku bisnis Indonesia yaitu KADIN Indonesia, PT. Multistrada Arah Sarana TbK (industri ban mobil), PT. Cocoa (industri kakao), dan PT. Galih Ayom Paramesti (industri komponen mobil).
(es/es)










































