Tiga Warga Terluka di Pemblokiran Tambang Newmont

Tiga Warga Terluka di Pemblokiran Tambang Newmont

Kusmayadi - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2011 12:55 WIB
Tiga Warga Terluka di Pemblokiran Tambang Newmont
Mataram - Memasuki hari ketiga, ratusan warga lingkar tambang masih memblokir satu-satunya jalan akses ke lokasi lubang tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Upaya polisi menghentikan pemblokiran tak berhasil. Tiga warga terluka saat bentrok dengan polisi, yang berupaya membubarkan aksi massa secara paksa.
 
"Kami masih bertahan di lokasi. Kami tidak akan surut sampai tuntutan kami dipenuhi," kata Minatun (29), salah seorang warga Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang yang turut berdemo kepada detikFinance melalui sambungan telepon, Rabu (3/8/2011).
Minatun adalah salah satu peserta tes rekrutmen tenaga kerja PTNNT yang tidak lulus. Ia lulusan Diploma III Jurusan Teknologi Informatika. Tes tertulis itu diikuti 5.000 orang dan memperebutkan 235 posisi.
 
"Kami pokoknya mau dipekerjakan di Newmont. Bukan di Kontraktor Newmont. Kami ingin mendapat manfaat dari kekayaan alam daerah kami sendiri. Selama ini kami dapat debunya saja,’’ kata Minatun.
 
Aksi pemblokiran terjadi di kilometer delapan menuju lubang tambang, arah timur pintu utama tambang di Desa Benete, Kecamatan Maluk. Warga memblokir satu-satunya jalan akses itu dengan mendirikan dua tenda, dan menebang pohon. Warga masih didominasi perempuan dan anak-anak.

Selain sebagai jalan akses kendaraan tambang dan karyawan, jalan ini juga menghubungkan lokasi lubang tambang dengan pelabuhan pengiriman konsentrat Newmont di Benete.
 
Minatun mengatakan, dirinya sudah dua malam menginap di lokasi aksi. Tadi malam, warga melakukan buka puasa di lokasi aksi. Shalat tarawih dan makan sahur, juga dilakukan warga di tempat yang sama.
 
"Aksi kami didukung oleh warga desa. Warga mengantarkan makanan bagi kami di sini untuk berbuka dan makan sahur," kata Minatun.
 
Lokasi pemblokiran berjarak setengah kilometer dari Desa Sekongkang Atas, desa terdekat dari lokasi lubang tambang PTNNT.
 
Dihubungi terpisah, Syahrul Mustofa, aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) NTB yang melakukan pendampingan warga, dan sedang berada di lokasi aksi mengatakan, tadi malam sempat terjadi bentrok antara warga dengan pihak kepolisian yang berupaya membubarkan aksi.
 
"Warga melawan. Warga mempersenjatai diri dengan pedang, tombak, parang dan panah," kata Syahrul.
 
Tiga orang terluka saat bentrokan itu. Mereka adalah Irwansyah (20), Nasir (18) dan Sufiyanto (20). Ketiganya adalah warga Sekongkang Atas, dan peserta tes rekrutmen yang tidak lulus.
 
Syahrul mengatakan, Irwansyah menderita luka patah tulang iga, dan kini mendapat perawatan intensif di Puskesmas, Sekongkang. Irwansyah direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Pemerintah di Mataram, hari ini.
 
Sementara Sufiyanto kata Syahrul menderita sobek di kepala, sedangkan Nasir luka lebam di muka. "Saat ini masih dirawat di Puskesmas," katanya.
 
Hingga Rabu siang, polisi kata Syahrul sudah tidak terlihat mendatangi lokasi pemblokiran, sejak bentrokan terjadi. Warga kini hanya terlihat duduk dan mengobrol di lokasi pemblokiran.
 
Informasi yang dihimpun detikcom, aksi warga tidak hanya terjadi di Sekongkang. Melainkan juga terjadi di beberapa titik seperti di Desa Tongo. Di sana warga memblokir jalan akses karyawan menuju jalan tambang.
 
Aksi warga juga terjadi di Jererweh. Salah satu kantor perwakilan Community Relation NNT telah dirusak warga.
 
Aksi warga desa lingkar tambang ini karena mereka menilai telah terjadi ketidakadilan saat rekrutmen tenaga kerja NNT. Warga menilai mereka tidak mendapat prioritas, meski juga telah mengantongi rekomendasi dari aparat desa, atas sepengetahuan community relation NNT.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads