Menurut Konsultan Keuangan Safir Senduk dan Rekan, Ahmad Gozali salah satu langkah yang dapat dilakukan dengan menggunakan uang THR dengan mengalokasikannya untuk berinvestasi lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya.
"Gaji ke-13 bisa digunakan buat investasi yang lebih besar. Kapan lagi sekali gebyok besar. THR itu kan sama saja dapet dua kali gaji," katanya ketika dihubungi oleh detikFinance Jumat (5/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dipindahin, yang biasa buat bayar utang sekarang buat investasi yang lebih gede," tuturnya.
Goz membuat perincian standar yang biasanya digunakan untuk pengalokasian gaji tiap bulan. Rincian dana tersebut sebagai berikut:
- 2,5%-10% digunakan untuk zakat
- 5%-30% digunakan untuk membayar utang
- 10%-20% digunakan untuk menabung dan investasi
- 40%-82,5% digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Goz menyebutkan, perhitungan seperti itu pun dapat digunakan untuk pengalokasian dana THR. Dengan catatan, alokasi dana untuk utang dapat dipindahkan pada tabungan dan investasi
"Kalau dengan THR ya sama saja, tinggal utangnya buat investasi yang lebih besar," imbuhnya.
Lebih lanjut Goz menjelaskan, dana yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran pun haruslah dipikirkan matang-matang. Menurutnya, pasti ada dana lebih yang akan digunakan untuk mudik atau sekadar jalan-jalan.
"Pasti ada peningkatan pengeluaran dikala lebaran paling 20% untuk mudik atau jalan-jalan, tapi kan tidak terlalu banyak karena kan sudah ada dana untuk kebutuhan tadi," serunya.
Selain itu, ada kecenderungan konsumen saat ini lebih memilih membeli gadget daripada produk makanan minuman atau baju dan sepatu. Untuk kasus ini, Goz menyarankan agar para konsumen lebih dapat menahan diri untuk membeli gadget, kalau memang hanya akan menambah beban hidup, seperti tambahan anggaran untuk listrik dan sebagainya.
"Kalau memang gadget yang akan dibeli nanti bisa meningkatkan kinerja dan akhirnya bisa meningkatkan penghasilan ya bolah saja. Gadget itu lebih baik dibeli kalau kita sudah mepet banget, gadget yang kita punya sudah rusak. Ya kalau emang gngak punya duit bisa nyicil. Tapi kalau cuma buat nambah-nambahin listrik di rumah ya mendingan duitnya buat investasi, beli emas gitu," pungkasnya.
(ade/hen)











































