Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode Januari-Juni 2011 tercatat importasi daging ayam dari Malaysia. Jumlahnya memang hanya 8,9 ton dengan nilai impor US$ 29.236.
"Menurut kami seharusnya tidak boleh, sebab implikasinya kalau terjadi over supply maka akan berimbas pada tenaga kerja, kita sekarang sudah swasembada," kata Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Indonesia Hartono kepada detikFinance, Senin (8/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kan proses izin impor ayam itu berliku, tak mudah untuk impor. Kita belum tahu peruntukannya. Menurut kami seharusnya tidak boleh," tegas Hartono
Data Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Indonesia tahun lalu permintaan ayam mencapai 1,38 miliar ekor, tahun ini diproyeksikan akan mencapai 1,5 miliar ekor.
Sementara itu, untuk permintaan telur ditaksir akan naik dari 1,2 juta ton telur di 2010 menjadi 1,3 juta ton telur pada tahun ini.
(hen/dnl)










































