"Nanti jam 1 (13.00 WIB) siang saya akan bertemu Ibu Mari (Mendag), kami minta penataan kembali. Di saat Indramayu dan Madura memasuki panen, tapi impor jalan terus," tegasnya dalam acara konferensi pers, di kantornya, Senin (8/8/2011).
Sebelumnya sebanyak 11.600 ton garam impor asal India disegel sementara karena diduga menyalahi batas waktu impor garam. Penyegelan dilakukan pada Sabtu (6/8/2011) pada pukul 14.30 WIB di lokasi gudang garam milik PT. Sumatraco Langgeng Makmur yang berlokasi di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kecenderungan pengusaha ingin mencederai kebijakan pemerintah. Hingga kami tahan dan melakukan mengecekan," ujar Fadel.
Dengan terang-terangan Fadel menganggap selama ini tidak ada pengawasan impor garam dari pihak Kementerian Perdagangan. Menurutnya hal ini berbahaya, karena jika tidak ada tindakan tegas swasembada garam hanya impian belaka.
"Dari yang sudah kita segel, kualitasnya juga kuning-kuning. Lebih bagus garam Indramayu dan Madura. Kita harus berani. Kalau tidak, petani garam makin hari makin sulit. Impor merusak petani garam," ucap Fadel.
Ia menegas kementeriannya memiliki anggaran Rp 96 miliar. Rencananya dana ini akan dipakai untuk intervensi harga garam. "Dimana komitmen untuk menaikkan harga garam masih dilakukan di Rp 750 dari sebelumnya Rp 350 per Kg," tegasnya.
(wep/hen)











































