Apa Kabar Proyek Trans Papua 50 Km? Begini Progresnya

Apa Kabar Proyek Trans Papua 50 Km? Begini Progresnya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2026 13:58 WIB
Proses pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Hingga pertengahan Juli 2026, progres sudah mencapai 51%
Foto: Dok. Kementerian PU
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena. Saat ini pengerjaan proyek sedang difokuskan untuk Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 km yang menghubungkan wilayah Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan merupakan fondasi untuk memperkuat konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme pembayaran berbasis layanan atau Availability Payment (AP). Pekerjaan konstruksi ruas ini telah dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2026.

ADVERTISEMENT

Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik konstruksinya telah mencapai 51,59%, meliputi pekerjaan pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan jalan, drainase, jembatan, bangunan pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendar tanah pada lokasi tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala.

Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat sejak proses konstruksi berlangsung.

Proses pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Hingga pertengahan Juli 2026, progres sudah mencapai 51%Proses pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pengerjaan sudah mencapai 51%. Foto: Dok. Kementerian PU

Tantangan Besar

Pembangunan Trans Papua memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ruas ini melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun, serta potensi bencana alam seperti longsor.

Mobilisasi alat berat dan material konstruksi juga memerlukan waktu dan penanganan khusus karena terbatasnya akses menuju lokasi pekerjaan. Kementerian PU menerapkan teknologi dan metode konstruksi modern untuk mengutamakan mutu konstruksi dan menjaga keselamatan kerja.

Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei RTK (Real-Time Kinematic) berbasis satelit GNSS yang dipadukan dengan survei LiDAR sehingga menghasilkan data topografi yang akurat. Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara detail sebagai dasar desain konstruksi, penyesuaian metode kerja terhadap kondisi medan dan cuaca, serta pengawasan mutu dan keselamatan kerja secara ketat.

Pada titik-titik yang memiliki potensi longsor, dilakukan penanganan teknis berupa pembangunan sistem drainase lereng, stabilisasi tebing, pemasangan struktur penahan tanah pada lokasi tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala.

Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat sejak proses konstruksi berlangsung.

Simak juga video 'Ada Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Masa Depan Kita Cerah':

(ily/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads