"Kita memiliki masalah serius dalam hal utang dan defisit dan sebagian besar dari itu saya warisi," ujar Obama seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/8/2011).
Hal itu disampaikannya saat berbicara di depan penggalangan dana Partai Demokrat, di mana para keluarga membayar US$ 15.000 untuk berfoto dengan Obama. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 140 penggalang dana dan dilaksanakan di sebuah rumah pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama menggarisbawahi, dalam 17 bulan terakhir telah terjadi pertumbuhan sektor tenaga kerja swasta, kenaikan laba perusahaan dan stabilnya pasar kredit di bawah pemerintahannya.
"Apa yang sesungguhnya benar sebelum beberapa hari terakhir yang terjadi di pasar saham adalah proses pemulihan yang terjadi tidak cukup cepat," ujar Obama.
"Ketika Anda memiliki masalah di Eropa dan Spanyol dan Italia dan juga Yunani, masalah-masalah tersebut telah mengenai sepatu kita," ujar presiden yang baru saja berulang tahun ke-50 itu.
Komentar Obama dilontarkan ketika pasar saham amburadul. Pada perdagangan Senin (8/8/2011), indeks Dow Jones ditutup ambles 634,76 poin (5,55%) ke level 10.809,85. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 79,92 poin (6,66%) ke level 1.119,46 dan Nasdaq merosot 174,72 poin (6,90%) ke level 2.357,69.
Kejatuhan bursa Wall Street terjadi setelah Standard & Poor's menurunkan peringkat AAA yang sudah sekian lama disandang AS. Penurunan peringkat AS terjadi karena lembaga pemeringkat mencermati masalah utang AS dan defisit yang tak kunjung berkurang.
Bahkan AS kembali mencetak rekor utang, setelah Kongres dan Senat menyetujui kenaikan batas utang AS. Saat ini utang AS tercatat sebesar US$ 14,5 triliun atau 100% PDB.
(qom/dnl)











































