"Saat ini masih kurang bibit unggul yang bisa menghasilkan susu di atas 30 liter per hari," demikian ujarnya ketika dalam acara buka puasa bersama di rumahnya, Jalan Widya Candra, Kamis (11/8/2011).
SUswono menyebutkan, ada beberapa wilayah Indonesia yang cocok untuk dijadikan pengambangbiakan bibit sapi perah. Selain itu, ada juga beberapa perusahaan sapi perah yang juga dapat memproduksi susu sapi di dalam negeri, tapi jumlahnya belum cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Suswono akan memperjuangkan rencanainvestasi Selandia Baru di bidang persusuan untuk meningkatkan susu segar di dalam negeri dan mengurangi impor susu segar. Mengingat Selandia Baru merupakan negara yang cukup bagus dalam pengembangan susu segar.
"Susu memang belum jadi target utama, tapi bukan berarti susu kita tingalkan. Kita harus meningkatkan bibit unggul dan negara yang punya kemampuan itu bisa investasi di Indonesia," jelasnya.
Suswono menambahkan, dengan mengembangkan pengembangbiakan susu segar di dalam negeri, konsumsi susu per kapita Indonesia juga dapat ditambah untuk juga meningkatkan gizi masyarakat Indonesia. Suswono juga menyayangkan konsumsi Indonesia yang masih kecil dibanding dengan negara ASEAN yang lain.
"Konsumsi kita itu masih kecil sekali, paling sekitar 10 liter per kapita per tahun, masih di bawah Vietnam yang sekitar 11 liter per kapita per tahun," imbuhnya.
(ade/qom)











































