Dalam sepekan Hatta terlihat nongol di setidaknya di Pasar Baru, Bandung Minggu (7/8/2011) dan hari ini di Pasar Pesalaran, Plered, Cirebon (14/8/2011).
Sebagai Menko Bidang Perekonomian, kegiatan Hatta melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional bisa dibilang lumrah. Namun rupanya hal ini dimaknai lain oleh Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsi), Ngadiran.
Ngadiran dengan blak-blakan menuturkan apa yang dilakukan oleh seorang menteri saat sidak atau berkunjung ke pasar tradisional hanya lah untuk kepentingan pencitraan saja. Ia menganggap kunjungan-kunjungan seremonial tersebut tak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pasar tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tokoh pedagang tradisional, Ngadiran justru selalu menolak ajakan para menteri yang akan berkunjung ke pasar termasuk oleh Hatta Rajasa. Ia menilai prilaku para menteri itu hanya aji mumpung dan memboroskan anggaran perjalanan dinas.
"Faktanya seperti itu aji mumpung, itu kan pakai perjalanan dinas pakai uang rakyat. Saya diajak nggak ikut, kalau saya ikut berarti saya ngabisin uang rakyat juga dong," katanya.
Hari ini Menko Perekonomian Hatta Rajasa meninjau Pasar Pesalaran, Plered, Kabupaten Cirebon. Hatta mencatat harga kebutuhan pokok di pasar itu relatif stabil. Dari hasil dialog dengan para pedagang, Hatta mengungkapkan harga bawang, cabe dan sayur mayur malah turun.
"Kita tidak melihat lagi harga seperti yang lalu, cabe sampai Rp 40 ribu, Rp 50 ribu. Sekarang murah sekali. Bahkan bawang itu dikatakan anjlok, sayur mayur juga sama," kata Hatta di Cirebon.
Selain itu, Hatta juga mendapat permintaan dari para pedagang agar tidak terlalu banyak supermarket yang berdekatan dengan pasar tradisional.
"Ini permintaan saya sampaikan apa adanya. Saya akan evaluasi dan sampaikan kepada menteri perdagangan agar hal-hal seperti ini kita jaga. Bukan berati tidak boleh, tapi kita jaga jaraknya, tempatnya, jangkauannya, dan sebagainya," janji Hatta.
(hen/wep)











































