Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pajak Fuad Rahmany dalam acara Sosialisasi Perpajakan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/8/2011).
"Jadi guru harus ngajarin semua bayar pajak. Meskipun dari kecil kita sudah dikenalkan pajak tapi yang bayar pajak masih sedikit jadi guru tugasnya masih banyak. Supaya yang dididik taat bayar pajak, guru ujung tombak karena yang pasti dalam hidup ini ada 2, yaitu mati dan bayar pajak," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 460 ribu atau sekitar 4 persen yang baru bayar pajak dari yang mestinya yang bayar pajak," katanya.
Sementara untuk wajib pajak perorangan, Fuad menyatakan dari 55 juta potensi bayar pajak, kurang dari 20% atau sekitar 8,5 juta orang yang baru menyerahkan SPT.
"Anggaplah yang pendapatannya kena pajak sekitar 55 juta atau setengahnya dari potensi pajak yaitu sebesar 110 juta orang, baru 8,5 juta yang menyerahkan SPT, itu kurang dari 20%, ditambah yang sudah bayar melalui PPh 21, anggaplah sudah 25 juta bayar pajak, jadi masih ada 30 juta wajib pajak yang tidak menyerahkan SPT," tegasnya.
Akibatnya, lanjut Fuad, penerimaan negara belum mencukupi untuk menutupi kebutuhan pembangunan negara.
Dari sekitar Rp 1.100 triliun penerimaan, sekitar Rp 132 triliun sudah dihabiskan untuk membayar bunga utang dan sekitar Rp 200 triliun habis untuk membayar subsidi. Sehingga, yang tersisa dapat digunakan untuk membangun hanya sekitar 120 km jalan baru dari Sabang sampai Merauke.
"Jadi apa yang harus kita salahkan. Jadi kita bangsa Indonesia urunannya belum cukup. Kenapa? Karena masih ada 30 juta yang belum bayar pajak dan 12 juta badan yang belum bayar pajak," tegasnya.
(nia/dnl)











































