Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Witono kepada detikFinance Selasa (16/8/2011).
"Sapi yang di Semarang yang di tempat sampah itu jumlahnya 1400-an. Ya sapi bibit ada, sapi jantan ada, sapi betina ada," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sapinya milik penduduk sekitar. Nggak, nggak ada yang dari impor itu. Jadi orang-orang punya sapi dilepas pagi-pagi terus sore pulang," tuturnya.
Salah satu petugas TPA Jatibarang juga menyatakan sapi-sapi yang berkeliaran di sana milik warga. "Milik warga, tapi siapanya saya nggak tahu. Sapinya nggak pernah dijaga," katanya.
Fenomena sapi makan sampah merupakan hal yang lumrah di Semarang, khususnya di TPA Jatibarang. Sapi-sapi yang digemukan di TPA terindikasi terkena pencemaran logam timbal dan sangat berbahaya bagi sapi dan manusia yang mengonsumsi daging tersebut.
(ade/hen)











































