Gubernur Riau (Gurib), Rusli Zainal mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikFinance, Kamis (18/8/2011) di Pekanbaru. Menurut Rusli, perbaikan jalan nasional di Riau saat ini sudah sangat mendesak. Mengingat lalu lintas kendaraan yang saban tahun terus meningkat.
Dari kondisi jalan yang rusak tersebut, Rusli merincikan 60% jalan aspal nasional di Riau telah melampaui umur. Sehingga kondisi itu sangat memerlukan peningkatan struktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan jalan nasional sudah sangat mendesak di Riau ini. Kita mengharapkan Kementrian PU segera mengucurkan dana untuk perbaikan jalan nasional tersebut," kata Rusli.
Mendesaknya perbaikan jalan ini, jelas Gubri, karena semakin banyaknya kendaraan di Riau. Kendaraan ini tentunya karena semakin meningkatnya sektor transportasi angkutan CPO, batubara, dan pulp.
"Saat ini ribuan kendaraan jenis truk melintas di Riau. Ribuan kendaraan truk itu untuk mengankut CPO, batubara, kayu untuk industri pulp dan truk angkutan umum lainnya," kata Rusli.
Rusaknya jalan nasional di Riau, kata dia lagi, karena status banda jalan rata-rata hanya mampu menanggung beban berat antara 8 ton sampai 15 ton. Satu sisi kendaraan truk milik perusahaan yang melintas di jalan nasional itu rata-rata dengan muatan lebih dari 30 ton.
"Muatan yang berlebih itu mempercepat terjadinya kerusakan badan jalan. Seharusnya Menteri PU dapat meningkatkan kwalitas mutu badan jalan nasional di Riau. Bila tidak dilakuka peningkatan mutu jalan, maka sepanjang tahun masalah kerusakan jalan nasional tidak pernah terselesaikan. Diperbaiki di lokasi yang satu, di tempat yang lain jalan sudah rusak kembali," kata Rusli.
(cha/dnl)










































